JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai krisis global yang menjadi tantangan ke depan, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan energi.
Maka dari itu, fokus pemerintah untuk belanja untuk mendukung ketahanan pangan akan dilakukan dan dilanjutkan pada tahun 2023.
"Belanja untuk ketahanan dan keamanan pangan akan dilanjutkan, baik untuk infrastruktur, maupun untuk program sendiri yaitu program di bidang pertanian seperti untuk padi, jagung, bahkan kedelai dan tentu minyak sawit atau crude palm oil (CPO),” ujar Sri, Selasa (31/5/2022).
Dia menyebutkan bahwa ketegangan geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina yang telah menimbulkan krisis pangan dan energi di berbagai penjuru dunia harus segera diantisipasi.
Merespon situasi tersebut, Sri mengatakan bahwa Indonesia harus mampu untuk mengurangi risiko disrupsi supply dengan langkah antisipatif.
“Disrupsi supply ini harus terus kita antisipasi karena ini bukan krisis jangka pendek, ini merupakan krisis yang cukup struktural di level global. Maka dari itu diantisipasi risikonya di bidang pangan dan energi dengan menggunakan strategi APBN maupun non APBN," jelas Sri.