Share

Masuk 3 Indeks Utama BEI, Saham GOTO Langsung Tancap Gas

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 278 2604198 masuk-3-indeks-utama-bei-saham-goto-langsung-tancap-gas-gsSnKEUHGR.jpeg Saham GOTO Masuk 3 Indeks Utama BEI. (Foto: okezone.com/Koran Sindo)

JAKARTA - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dimasukan ke dalam tiga indeks sekaligus, Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80. Kebijakan ini akan efektif mulai 8 Juni 2022.

Berdasarkan pengumuman BEI, dikutip Kamis (2/6/2022), langkah ini merupakan bagian dari evaluasi fast entry indeks bursa terhadap kinerja perusahaan.

Dalam indeks LQ45 dan IDX30, GOTO menggantikan saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Selanjutnya, GOTO juga menggeser saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) di indeks IDX80.

Jalur cepat ini dapat memungkinkan GOTO menjadi saham pilihan para manajer investasi mengingat ketiga indeks tersebut sering dijadikan rujukan dalam berbagai produk investasi.

Baca Juga: 18 Aksi Korporasi dan Jadwal RUPS Hari Ini, Berikut Daftar Emitennya

Pantauan perdagangan Kamis (2/6/3033) hingga sesi pertama, harga saham GOTO telah kembali ke harga perdananya saat melantai di bursa di Rp338. Per sesi siang ini, GOTO naik 11,84% di Rp340, bahkan sempat melesat hingga level Rp346.

Kinerja siang ini mencatat transaksi sebesar Rp1,40 triliun dari total 4,17 miliar saham yang diperdagangkan. Adapun investor asing tempak melakukan net-buy per siang ini sebanyak Rp1,67 miliar di pasar reguler.

Performa sore ini membuat menambah jumlah penguatan saham decacorn ini sebesar 12,58% dalam sepekan.

Baca Juga: Ranch Market (RANC) Ambil Alih 11 Gerai Bekas Giant

Seperti diketahui, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO membukukan rugi bersih senilai Rp6,61 triliun pada kuartal I/2022. Capaian itu membengkak 237,87% dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp1,95 triliun.

CEO GoTo Andre Sulistyo menegaskan laporan keuangan interim kuartal pertama tahun 2022 belum memasukkan data dari Tokopedia, mengingat integrasi Gojek dan Tokopedia baru terlaksana pada pertengahan tahun 2021.

"Laporan keuangan Q1/2022 ini kurang tepat karena disajikan tanpa data Tokopedia dikarenakan gabungan dari Gojek dan Tokopedia atau GoTo baru selesai dilakukan pada Mei 2021," kata Andre dalam Paparan Publik secara virtual, Senin (30/5/2022)

Andre menyatakan kinerja kuartalan GoTo dapat dilihat dari laporan proforma perseroan di mana nilai transaksi kotor atau gross transaction value (GTV) perusahaan meningkat sebesar Rp140,0 triliun atau tumbuh 46%.

GTV adalah indikator kinerja operasional yang mewakili segmentasi transaksi perseroan mulai dari on-demand services, e-commerce, volume pembayaran (platform fintech), yang tidak memperhitungkan nilai dari transaksi yang terjadi antar entitas di dalam Grup GoTo yang dihapuskan pada saat dikonsolidasi.

"Sehingga untuk menggambarkan bisnis kami secara apple to apple, akan tepat jika menggunakan laporan keuangan proforma. Proforma yang kami maksud di sini adalah kami mengindikasikan bahwa Tokopedia telah bergabung dengan GoTo sejak 1 Januari 2021," tandas Andre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini