Share

Pajak Karbon PLTU Dikenakan 1 Juli 2022, Berapa Besarannya?

Antara, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 320 2604533 pajak-karbon-pltu-dikenakan-1-juli-2022-berapa-besarannya-6XC4uthN2F.jpg Pajak Karbon PLTU Dikenaikan Juli 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pajak karbon pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara mulai dikenakan 1 Juli 2022. Kebijakan ini untuk mendorong pengelola PLTU agar meningkatkan pemanfaatan energi lain yang lebih bersih.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan program pajak karbon itu nantinya menjadi pembayaran pajak saja.

Baca Juga: Sri Mulyani Khawatir Pajak Karbon Jadi Tempat Pencucian Uang

"Di negara lain memang tendensinya seperti itu, Singapura sekarang sedang menyiapkan untuk menaikkan pajak karbonnya," kata Dadan, dikutip dari Antara, Kamis (2/6/2022).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa para pengguna energi kotor batu bara merupakan pembayar pajak. Pemerintah bertujuan agar pembangkit listrik bisa menurunkan polusi, bukan hanya sekedar untuk penerimaan negara.

Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Pajak Karbon Dijadikan Pencucian Uang

Sebelumnya, pemerintah menyatakan pemberlakuan pajak karbon yang awalnya mulai 1 April 2022, diundur menjadi Juli 2022 karena pemerintah masih melakukan koordinasi untuk menyinkronkan peta jalan agar pelaksanaannya berjalan.

Pemerintah menjelaskan terdapat perbedaan di tiap negara termasuk terkait harga sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran sehingga peta jalan pengenaan pajak karbon harus benar-benar disiapkan.

Sebagai contoh, pajak karbon di Jepang dikenakan sebesar USD3 per ton karbon dioksida, sedangkan di Prancis mencapai USD49 per ton karbon dioksida.

Kemudian di Spanyol sebesar USD17,48 per ton karbon dioksida untuk semua sektor emisi gas rumah kaca dari gas HFCs, PFCs, dan SF6 sedangkan di Kolombia sebesar USD4,45 per ton karbon dioksida untuk semua sektor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini