Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BTN Syariah Berencana Gabung ke BSI, Begini Tanggapan Hipmi

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |14:57 WIB
BTN Syariah Berencana Gabung ke BSI, Begini Tanggapan Hipmi
Bank BTN. (Foto: Bank BTN)
A
A
A

Lanjutnya, dia beranggapan bahwa merger BTN Syariah ke BSI secara siklus bisnis juga akan menjadi tidak sehat.

Sebab, dengan bergabungnya sebagian besar Bank Syariah, menjadikan tidak adanya kompetitor dalam lingkup perbankan syariah yang mengakibatkan lambatnya business improvement, baik dari segi produk maupun kebijakan.

Maka dari itu, pemerintah harus mampu melihat dari kacamata nasabah yang merasa tidak memiliki banyak pilihan perbankan syariah.

Ibnu menambahkan, BSI juga masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar yang belum terselesaikan yakni, meningkatkan kontribusi Bank Syariah terhadap perekonomian di Indonesia dan juga meningkatkan produktivitas industri halal di Indonesia yang saat ini belum masuk lima besar.

 BACA JUGA:Menangkan Persaingan di Era Digital, Ini 4 Pesan Sandiaga Uno ke HIPMI

“Saya sebagai Developer mengalami sendiri ketidaksiapan sistem perbankan BSI dalam sektor pembiayaan perumahan. Dengan proses pengajuan pembiayaan yang sangat lama cukup menghambat proses konsumen dalam mewujudkan rumah impiannya," jelasnya

Dia mengatakan, kebutuhan rumah yang terus meningkat, khususnya di daerah tanpa disertai pertumbuhan Bank sebagai sistem pembayaran adalah bom waktu.

"Saat ini saja sudah banyak masyarakat yang tertipu oknum developer syariah. Dari mulai bangunan mangkrak tak selesai dan uang konsumen dibawa kabur oleh Developer. Pemerintah harus bisa menjembatani persoalan ini dengan memperbanyak bank seperti BTN Syariah yang fokus pada sektor perumahan," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement