JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) blak-blakan soal kondisi perekonomian saat ini di tengah dinamika global dan berbagai isu yang berkembang di ruang publik. Dunia usaha menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan terkendali.
Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD, Anthony Leong, menjelaskan bahwa narasi mengenai potensi kekacauan atau “chaos” di Indonesia tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan berpotensi menyesatkan persepsi publik.
“Kami melihat langsung di lapangan, aktivitas ekonomi berjalan normal, pusat-pusat perdagangan hidup, distribusi logistik lancar, dan pelaku usaha tetap beroperasi dengan baik. Jadi kalau ada narasi chaos, itu tidak sesuai dengan realitas yang kami rasakan,” ujar Anthony, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan bahwa berbagai indikator menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Daya beli masyarakat masih terjaga, harga kebutuhan pokok terkendali, serta kebijakan pemerintah dalam menjaga harga energi memberikan kepastian bagi dunia usaha.
“Kalau kita bicara ekonomi, yang paling terasa itu stabilitas harga dan kepastian kebijakan. Saat ini itu ada. BBM subsidi tetap terjaga, inflasi relatif terkendali, dan ini sangat membantu dunia usaha untuk tetap bergerak,” lanjutnya.