Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan menaikan harga tiket bukan suatu cara untuk melakukan konservasi atau melindungi sebuah cagar budaya.
"Kalau memang untuk kepentingan konservasi dan menyelamatkan Candi Borobudur, kan bisa dengan pembatasan kapasitas saja sudah cukup. Tidak perlu dengan tarif selangit," ujar Tulus.
Menurutnya, ketika pemerintah menaikan tarif dengan harga yang tidak terjangkau untuk beberapa kalangan masyarakat tertentu, maka sama saja dengan menjauhkan dari sejarah.
Baca Selengkapnya: Tiket Masuk dan Naik ke Candi Borobudur Bakal Jadi Rp750.000/Orang
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.