Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Suku Bunga AS

Michelle Natalia , Jurnalis-Selasa, 07 Juni 2022 |19:09 WIB
Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Suku Bunga AS
Sri Mulyani. (Foto: Okezone)
A
A
A

Dia menyebut di AS suku bunganya pernah mencapai 5% hingga 20% pada saat inflasi pernah mencapai 14%.

"Kalau AS melakukan adjustment, maka akan terjadi resesi. Dari chart data, AS pernah mengalami negative growth beberapa kali, itulah yang disebut antara kombinasi antara inflasi dan resesi yang kemudian disebut sebagai stagflasi. Tahun ini, kita lihat suku bunganya masih di 0,25 dan kemarin Fed Funds Rate sudah naik 50%, dia akan menuju ke 3,5%," paparnya.

Dia menerangkan ini artinya dolar AS menjadi sangat mahal.

Dalam hal ini akan memberikan konsekuensi kepada seluruh dunia karena interest rate global akan mengalami kenaikan.

"Ini hanya di AS, tapi kalau saya kombinasikan dengan Eropa yang inflasinya juga 7&, maka tren ke atas itu tidak akan terhindarkan. Beberapa negara yang sudah mengalami inflasi yang sudah dan sangat tinggi seperti AS, Eropa, Inggris, Korea Selatan, semuanya sudah mulai menaikkan suku bunga. Untuk emerging countries, naiknya lebih cepat karena mereka cannot afford behind the curve, kalau mereka lambat dibandingkan kenaikan suku bunga AS, maka capital outflow terjadi," ucapnya.

Dia menjabarkan kalau ini adalah risiko yang sangat berbeda dengan kondisi pandemi.

Ketika pandemi, seluruh kegiatan ekonomi berhenti, namun sebetulnya masing-masing masih memiliki daya tahan kecuali jika yang terkena itu rakyat bawah dan UMKM.

"Kalau sekarang, begitu suku bunga mulai naik, maka yang terkena adalah korporasi dan sektor keuangan. Ini adalah tipikal potensi financial crisis. Karena berdasarkan historisnya, setiap suku bunga AS naik, pasti terjadi krisis di berbagai belahan dunia," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement