Share

BTN Syariah Bakal Digabung dengan BSI, Ini Tujuan Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 320 2607994 btn-syariah-bakal-digabung-dengan-bsi-ini-tujuan-erick-thohir-McqTcriB1d.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Kementerian BUMN mendorong penggabungan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara (BTN). Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan perbankan syariah di Indonesia.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mencatat, konsolidasi entitas dapat memperbesar dan memperkuat posisi ekonomi syariah melalui BSI. Harapannya, BSI dapat memperkuat kapitalisasi pasarnya.

Baca Juga: BTN Syariah Berencana Gabung ke BSI, Begini Tanggapan Hipmi

"Dengan demikian ekonomi syariah menjadi salah satu faktor utama dan bukan sekadar alternatif pemacu pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Tiko, Rabu (8/6/2022).

Langkah ini, lanjut Tiko, juga terkait dengan kewajiban spin off UUS. Ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemisahan UUS.

Baca Juga: BAZNAS dan BTN Syariah Kerjasama Kemudahan Layanan Zakat

Dalam UU tersebut ditetapkan bahwa UUS yang dimiliki oleh Bank Umum Konvensional (BUK) harus melakukan spin-off selambat-lambatnya 15 tahun setelah penerbitan UU. Artinya, UUS harus terpisah dari induk BUK sebelum 2023 berakhir.

Kewajiban ini juga berlaku untuk UUS yang sudah memiliki nilai aset 50 persen dari total nilai bank induk. Jika kewajiban ini tidak diterapkan, maka pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat mencabut izin usaha Sertifikat Badan Usaha (PBI nomor 11/10 / PBI / 2009 pasal 43 (1).

Pada 2020 lalu OJK pun telah mengeluarkan POJK 59/POJK.03/2020 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemisahan UUS. Pemisahan UUS dari bank konvensional dapat dilakukan dalam tiga cara yaitu pertama, mendirikan bank syariah baru.

Lalu, mengalihkan hak dan kewajiban UUS kepada bank syariah yang telah ada. Serta ketiga mengalihkan hak dan kewajiban kepada bank konvensional yang melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi bank syariah.

"Dalam memperkuat perbankan dan ekosistem ekonomi syariah, konsolidasi sangatlah penting, sehingga sebagai alat negara, BSI dan UUS BTN tidak berjalan sendiri-sendiri tapi saling menguatkan," kata Tiko.

Dengan konsolidasi aset menjadi lebih besar lagi. BSI pun dapat menjadi bank syariah yang lebih modern dan dapat memenuhi kebutuhan generasi milenial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini