Share

Mengulas Bisnis Wadah Makanan Ramah Lingkungan, seperti Apa?

Ikhsan Permana, MNC Portal · Rabu 08 Juni 2022 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 455 2607887 mengulas-bisnis-wadah-makanan-ramah-lingkungan-seperti-apa-zFJw1uvfod.JPG Ilustrasi bisnis. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat selama ini akrab dengan styrofoam atau gabus sintetis sebagai wadah pembungkus makanan.

Selain lebih murah, styrofoam juga lebih mudah di dapat.

Namun, styrofoam dianggap tidak ramah lingkungan karena sulit terurai.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, terdapat pelaku industri kreatif kuliner Tanah Air yang membuat wadah pembungkus makanan menggunakan pelepah pohon pinang.

 BACA JUGA:Usahawan Muda Sukses Berbisnis Susu Berkualitas Ekspor

CO Founder dan CEO Plepah, Rengkuh Banyu Mahandaru mengatakan ide membuat wadah makanan ramah lingkunga muncul saat ia dan beberap rekan berkunjung ke Wakatobi.

Dia melihat sulitnya pengelolaan sampah sehingga banyak sampah plastik yang akhirnya terbuang ke laut.

"Apa sih kemasan makanan yang sebetulnya dekat dengan masyarakat Indonesia dan dari dulu juga sudah di pakai, yaitu tumbuh-tumbuhan atau dedaunan untuk membungkus makanan, bahkan sampai hari ini. kami coba menginisiasi kembali ide itu dalam bentuk yang lebih keren, secara estetikanya juga baik, secara fungsional juga bisa dipakai oleh industri," kata Rengkuh dalam program Power Breakfast di Idx Channel, Rabu (8/6/2022).

Menurut Rengkuh, inovasi ini bukan hanya menciptakan sebuah alternatif bungkus makanan pengganti styrofoam namun juga membantu perekonomian terutama di daerah.

"Di sisi lain ini berdampak baik untuk petani, kita manfaatkan limbah agriculturenya," jelasnya

Dia menjelaskan sebelum memutuskan untuk menggunakan pelepah pohon pinang.

Dia sempat melakukan riset terhadap beberapa tumbuhan lain yang dimungkinkan bisa digunakan sebagi bahan.

"Ketika kita melakukan riset awal sebetulnya ada banyak opsi ada pelepah pisang, kemudian limbah sorgum, kemudian juga yang pake limbah padi (gabah), cuman kami melihat material pelepah pinang ini adalah material yang paling minim tersentuh teknologi, dan itu jadi goals kamu untuk bisa endingnya teknologi ini diimplementasi di daerah-daerah tang lebih dekat source materialnya gitu," jelasnya.

Plepah merupakan produk industri kreatif yang bisa menjadi solusi ramah lingkungan dibandingkan styrofoam.

Sebab, styrofoam membutuhkan waktu sekitar 500 tahun untuk benar-benar terurai oleh tanah.

"Secara fungsi produk kami bisa masuk microwave biasa tahan panas hingga 200 derajat selama 45 menit, kemudian bisa water resistant dan untuk higienitasnya kami memang melakukan beberapa tahapan uv sterilized untuk memastikan semua bakteri di dalam produk-produk ini hilang," pungkasnya.

Dia menambahkan proses distribusi sampai saat ini baru berkisar di wilayah Jawa dan Bali.

Namun dia mengaku tengah memproses agar segera bisa melakukan distribusi ke negara Jepang.

"Kalau melihat dari demand, sebenarnya kebutuhan kemasan makanan per harinya dari salah satu platform online, itu bisa mencapai 20 juta pcs per hari, jadi masih sangat besar," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini