Pariwisata yang berbasis alam dan kearifan lokal budaya kata Sandiaga Uno menjadi daya tarik utama sektor pariwisata di Indonesia.
"Hari ini, saya di Bau-bau ada desa wisata Limololio, di situ yang dijual adalah sejarah. Sejarah demokrasi Indonesia juga dimulai kebetulan di kota Bau-bau tersebut. Ini kita kemas dan kita buatkan travel plan-nya, dan kita lihat disini kebangkitannya," lanjut Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno bahkan melihat salah satu indikator kebangkitan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19 mereda yakni hunian di hotel, khususnya di akhir pekan dan long weekend cenderung sudah terisi penuh.
"Tadi saya bicara dengan Bupati semua hotel di sini penuh, sehingga saya tidak dapat tempat di sini, jadi homestay juga penuh, Desa Wisata Lia Togo juga penuh, jadi ini membawa suatu optimisme kebangkitan ekonomi kita," tutur Sandiaga Uno.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menjelaskan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) adalah tim yang dibentuk Presiden untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait reforma agraria.
"Ketuanya Menko Perekonomian, Wakil Ketua Menteri ATR dan Menteri KLHK. Tapi, ini menyangkut berbagai Kementerian dan pemerintah daerah," kata Sofyan Djalil.
Ia menyebutkan tujuan dari GTRA adalah bagaimana mempercepat reforma agraria. Pasalnya, selama ini pemerintah mendapatkan banyak kendala.
"Terutama, karena tumpang tindih atau irisan kewenangan antara Kementerian ATR dengan Kementerian Kehutanan antara Kementerian ATR dengan KKP, peta-peta belum menjadi peta yang satu sehingga ini menjadi kendala dalam kita mensertifikasi tanah masyarakat," jelas Sofyan Djalil.