Share

Wapres: Konsumsi Produk Halal dan Thayyib Sudah Jadi Gaya Hidup

Binti Mufarida, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 320 2608414 wapres-konsumsi-produk-halal-dan-thayyib-sudah-jadi-gaya-hidup-GosklccK62.jpg Konsumsi produk halal sudah jadi gaya hidup (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan kesadaran muslim untuk konsumsi produk halal dan thayyib telah bergeser menjadi gaya hidup. Bahkan, kini tidak hanya sekedar bagian dari ajaran agama Islam saja.

“Kesadaran muslim untuk mengkonsumsi produk halal dan thayyib telah bergeser menjadi gaya hidup, tidak hanya sekedar bagian dari ajaran agama Islam,” kata Wapres saat menghadiri closing ceremony Festival Syawal 1443 H secara daring, dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2022).

Wapres mengatakan faktor inilah yang semakin mendorong naiknya kebutuhan akan konsumsi produk halal di dunia. “Tidak hanya komunitas muslim masyarakat dunia kini turut mengakui komunitas halal yang identik dengan produk aman, berkualitas, dan higienis atau good food yaitu makanan yang baik serta dapat dikonsumsi oleh siapa pun,” katanya.

Oleh karena itu, Wapres meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK), harus jeli melihat peluang pasar termasuk salah satunya potensi dan tren peningkatan permintaan produk halal seperti makanan dan minuman, obat-obatan, dan kosmetika.

Wapres pun mengharapkan agar dominasi UMK dalam struktur ekonomi dapat menopang pemulihan ekonomi nasional sekaligus membawa misi peningkatan kesejahteraan masyarakat sampai ke akar rumput.

“Saat ini, transisi pasca pandemi masih menjadi tantangan bagi UMK untuk dapat bertahan, bangkit, dan berkembang. Namun di berbagai daerah saya melihat daya juang para pelaku UMK dan ekonomi kreatif justru semakin menguat seiring dengan dibukanya pembatasan kegiatan masyarakat,” paparnya.

Geliat ekonomi kerakyatan, kata Wapres, di berbagai ruang publik juga memperlihatkan sinyal-sinyal baik menuju pemulihan perekonomian bangsa yang berdaya tahan tinggi ke depan. “Peluang ini tentunya juga perlu diimbangi dengan langkah aktif dan adaptif dari pelaku UMK itu sendiri,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini