Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indopoly (IPOL) Pakai 27,7% Laba Bersih untuk Dividen Tunai

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 14 Juni 2022 |14:10 WIB
Indopoly (IPOL) Pakai 27,7% Laba Bersih untuk Dividen Tunai
Indopoly bagikan dividen (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA – PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) akan membagikan dividen tunai sebesar USD2,45 juta atau Rp5,5 per saham. Hal ini diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Nilai total dividen tersebut sebesar 27,75% dari laba bersih perseroan tahun buku 2021. Adapun jadwal pembagian dividen IPOL adalah cum dividen di pasar reguler dan negosiasi 16 Juni 2022, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi 17 Juni 2022, cum dividen tunai di pasar tuna 20 Juni 2022, ex dividen tunai di pasar tunai 21 Juni 2022, recording date 20 Juni 2022, dan pembayaran dividen tunai 8 Juli 2022.

Sepanjang tahun lalu, IPOL berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 21% menjadi USD239,41 juta dari USD197,89 juta. Pertumbuhan pendapatan turut mengangkat kinerja laba. Hingga akhir 2021, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 12% menjadi USD8,8 juta dari USD7,9 juta.

Dalam memacu pertumbuhan bisnisnya, perseroan berencana menambah menambah mesin baru di Pabrik Suzhou, Tiongkok dan Purwakarta, Indonesia sehingga meningkatkan kapasitas produksi sebesar 65%. Produsen film premium untuk industri flexible packaging untuk mengalokasikan investasi USD87 juta untuk ekspansi tersebut.

Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk, Henry Halim pernah bilang, saat ini kapasitas produksi perusahaan 100.000 ton film per tahun, dengan penambahan mesin total kapasitas terpasang meningkat 65% atau menjadi 165.000 ton film per tahunnya. Disampaikannya, perseroan sudah memesan sejumlah mesin untuk peningkatan kapasitas produksi tersebut.

Diharapkan kata dia, mesin bisa dipasang pada 2023 dan sudah mulai beroperasi penuh pada 2024. Dimana instal mesin membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Saat ini kapasitas mesin Biaxially-Oriented Polypropylene (BOPP) di Suzhou, Tiongkok 25.000 ton per tahun dan akan naik 40.000 ton menjadi 65.000 ton per tahun. Sementara pabrik di Purwakarta saat ini berkapasitas 65.000 ton per tahun, dan akan naik 25.000 ton menjadi 90.000 ton per tahun.

"Adapun kapasitas produksi pabrik di Yunnan, Tiongkok tetap tidak ada penambahan yakni 10.000 ton per tahun," kata dia.

Untuk investasi tersebut, Indopoly menggelontorkan dana USD87 juta yang berasal dari kas internal dan pinjaman bank.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement