Share

OJK Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 320 2611915 ojk-antisipasi-kenaikan-suku-bunga-the-fed-Aqb79K59JH.jpg OJK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengantisipasi dampak dari kebijakan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed terhadap perekonomian domestik, khususnya ke sektor pasar modal.

"Kebijakan The Fed menaikkan suku bunga, ini akan berisiko. Kalau dalam konteks ini, mungkin tidak hanya pasar modal, kita di OJK bersama dengan teman-teman di perbankan akan buat kebijakan bersama,”kata Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK, Djustini Septiana di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Disampaikannya, pihaknya akan membuat kebijakan relaksasi atau pun hal-hal yang tentunya sosialisasi kepada masyarakat bagaimana otoritas mempertahankan ekonomi dalam negeri. Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup melemah ke bawah level psikologis 7.000 seiring koreksi bursa saham regional dan global.

IHSG ditutup melemah 91,21 poin atau 1,29% ke posisi 6.995,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,1 poin atau 0,89 persen ke posisi 1.010,14. Kemudian pada perdagangan Selasa (14/6), IHSG terpantau sudah kembali ke atas level 7.000.

Pelemahan IHSG dipicu adanya kekhawatiran terkait stagflasi global dan adanya kekhawatiran terkait ekspektasi kebijakan pengetatan moneter yang lebih agresif oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed seiring masih tingginya inflasi di Negeri Paman Sam.

Djustini menyampaikan, pada awal-awal pengetatan moneter yang dilakukan oleh The Fed, ada kekhawatiran banyaknya uang keluar dari pasar modal sejalan dengan menurunnya IHSG.

”Tapi fakta bisa kita lihat bahwa ternyata dengan bertumbuhnya investor lokal, investor domestik yang didominasi oleh kaum milenial, ternyata kekhawatiran itu tidak terlalu terjadi. Ada penurunan, tetapi ternyata di-absorb kembali oleh investor lokal sehingga kekhawatiran indeks jatuh itu menjadi bisa tertahan dan bahkan tetap dalam tren positif," ujar Djustini.

Menurut dia, kebijakan otoritas mengantisipasi ketidakpastian global, termasuk dampak kenaikan suku bunga oleh The Fed, tidak akan jauh berbeda dengan kebijakan saat menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang juga sempat menghantam pasar modal domestik.

Disampaikannya, ada tiga fokus kebijakan OJK merespon dampak pandemi Covid-19 antara lain relaksasi bagi industri pasar modal, pengendalian volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dan sistem keuangan, dan kemudahan perizinan dan penyampaian dokumen serta pelaporan.

Terkait relaksasi bagi industri pasar modal, ada relaksasi dalam penyelenggaraan RUPS perusahaan terbuka melalui pemanfaatan teknologi informasi e-RUPS, e-proxy dan e-voting, relaksasi perpanjangan batas waktu penyampaian laporan berkala emiten atau perusahaan publik serta waktu pelaksanaan RUPS, dan relaksasi lainnya.

Kemudian untuk pengendalian volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dan sistem keuangan, OJK mengeluarkan kebijakan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui RUPS oleh emiten, perubahan batas atas auto rejection (asymmetric) dalam perdagangan di bursa efek dan penyesuaian mekanisme pra pembukaan kepada PT Bursa Efek Indonesia, dan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini