Share

Laba BUMN Meroket 869%, Dirut BRI: Buah dari Hasil Kerja Fokus dan Tuntas

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 15 Juni 2022 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 320 2612304 laba-bumn-meroket-869-dirut-bri-buah-dari-hasil-kerja-fokus-dan-tuntas-E6xw0nozaT.jpg Bank BRI. (Foto: Okezone.com/BRI)

JAKARTA - Kementerian BUMN mencatat laba perusahaan negara mencapai Rp126 triliun atau tumbuh 869% year on year. Prestasi tersebut dapat diraih tak lepas dari fokus dan kerja yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, salah satunya adalah melalui transformasi.

“Perolehan laba BUMN yang tumbuh 869% serta pendapatan sebesar Rp1.983 triliun atau setara 99% dari pendapatan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) merupakan buah dari hasil kerja yang fokus dan tuntas, sehingga strategi yang direncanakan dapat dieksekusi dengan baik,” imbuh Direktur Utama PT Bank BRI Tbk Sunarso, Rabu (15/6/2022).

Baca Juga: Daftar BUMN yang Alami Kerugian, Pertama Maskapai Nomor 1 RI

Kementerian BUMN, lanjut Sunarso, juga mendorong penerapan core value AKHLAK sebagai bagian dari upaya transformasi menyeluruh di Kementerian BUMN dan semua perseroan negara.

“Penerapan Core Value AKHLAK bertujuan untuk meningkatkan governance yang pada ujungnya dapat menciptakan sustainability kinerja yang positif bagi seluruh perusahaan BUMN,” tambahnya.

Baca Juga: Erick Thohir Bisa Gugat Direksi dan Komisaris ke Pengadilan, Simak Aturannya

Sunarso mencontohkan, salah satu bukti nyata dari keberhasilan fokus dan kerja tuntas yang didorong oleh Kementerian BUMN diantaranya yakni keberhasilan dalam pembentukan Holding Ekosistem Ultra Mikro di tengah kondisi pandemi, dimana BRI menjadi induk dari pembentukan holding tersebut.

Holding Ultra Mikro yang terbentuk sejak 13 September 2021 merupakan penyatuan ekosistem antara BRI, Pegadaian dan PNM dengan tujuan menghasilkan lembaga pemberdayaan mikro, termasuk ultra mikro.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Journey-nya dimulai dengan fase empower di mana PNM melalui model bisnis group lending akan menyediakan program pemberdayaan kepada nasabah yang unfeasible dan unbanked untuk menjadi pengusaha ultra mikro yang lebih independen," katanya.

Selanjutnya, pada fase integrate, saat nasabah PNM sudah menjadi feasible dengan kapasitas bisnis yang meningkat, dapat ditawarkan produk Ultra Mikro BRI dan Pegadaian. Tujuan akhir dari integrated journey dalam ekosistem ultra mikro ini adalah fase upgrade, di mana nasabah UMi telah berkembang menjadi pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen mikro.

"Melalui ekosistem ini kami menargetkan dapat melayani 55 juta nasabah ultra mikro di tahun 2024,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini