Share

3 Perusahaan Tekstil Jawa Barat Segera IPO di Bursa Efek Indonesia

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 16 Juni 2022 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 278 2612836 3-perusahaan-tekstil-jawa-barat-segera-ipo-di-bursa-efek-indonesia-E2G8oaY0mZ.jpg Perusahaan Tekstil Jabar Siap IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/Freepik)

BANDUNG - Tiga perusahaan tekstil Jawa Barat rencananya segera melantai di pasar saham melalui Initial Public Offering (IPO). Saat ini, ketiganya masih dalam proses persiapan dan pematangan atas rencana tersebut.

"Saat ini ada tiga perusahaan yang merupakan anggota Hipmi yang serius bersiap melakukan IPO. Ketiganya bergerak pada bidang tekstil," kata Ketua Hipmi Jabar Bidang Keuangan dan Perbankan Fardi N. Annafi, Bandung, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga: Siapkan Uang! Jumlah IPO Diprediksi Naik Tahun Ini

Selain itu, juga ada beberapa perusahaan yang tahun depan siap melakukan IPO. Mereka menargetkan bisa segera melantai di pasar saham. Kendati begitu, dia belum mengetahui berapa nilai saham yang akan dilepas untuk ketiga perusahaan tersebut.

Dia mengakui, saat ini semakin banyak perusahaan yang semakin teredukasi, bahwa pendanaan tak hanya dari perbankan, tetapi juga dari pasar saham. Walaupun, kata dia, secara jumlah setidaknya ada 50 perusahaan di Jabar yang mestinya sudah IPO.

Baca Juga: Debut Perdana, Saham Winner Nusantara (WINR) Meroket 35%

Senior Area Manager Mirae Asset Sekuritas Ilham Muslim menjelaskan, Mirae Asset Sekuritas siap mendukung upaya menaikkan level kematangan perusahaan milik pengusaha muda Jawa Barat.

“Mirae Asset Sekuritas akan selalu siap mendukung kegiatan edukasi sebagai bagian dari literasi dan inklusi keuangan serta pasar modal, yang tercermin dari ekspansi baik dari sisi perluasan cakupan pasar seperti pembukaan kantor cabang baru ini, maupun peningkatan layanan kepada nasabah.” katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Literasi dan inklusi, lanjutnya, termasuk dengan memberikan edukasi terkait produk investasi pasar modal seperti saham, reksa dana, dan obligasi sebagai sarana investasi bagi masyarakat yang sebagian besar masih belum memahami investasi. Literasi dan inklusi tersebut tentunya akan sangat berguna minimal dalam menangkal jebakan investasi bodong yang masih marak di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (IDX) Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan pasar modal cukup baik. Jumlah investor juga meningkat dengan dominasi kalangan muda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini