JAKARTA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten menyatakan bahwa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di daerahnya semakin meluas, dimana terdapat 293 ekor diduga terjangkit.
"Jadi total sampai dengan Rabu (15/6/2022) ada 293 ekor hewan ternak diduga terjangkit PMK," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada DPKP setempat, Hustri Windayani di Tangerang, dikutip Antara, Jumat (17/6/2022).
Dia menuturkan, wabah penyakit mulut dan kuku telah menyebar ke 13 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, yang sebelumnya dilaporkan hanya terdapat di enam kecamatan.
"Saat ini terdapat 13 kecamatan yang dilaporkan ada hewan terkena PMK, seperti di Curug, Panongan, Kelapa Dua, Pegedangan, Legok, Cikupa, Solear, Cisoka, Pasar Kemis, Rajeg 6, Sepatan Timur, Sindang Jaya dan Balaraja," katanya.
Menurut dia, hewan ternak yang ditemukan tertular PMK terdiri atas 224 ekor sapi, sembilan ekor kerbau, 14 ekor kambing dan 46 ekor domba.
"Jadi sejak awal di temukan kasus ini, memang terbilang sangat cepat dan tinggi dalam penyebarannya. Karena dari sisi lokasi (peternakan) sekarang tambah banyak dan juga jumlah hewan dalam satu kandang itu bertambah banyak, maka potensi penularan itu akan semakin cepat," jelasnya.
Meski pun demikian, dikatakan Hustri, dari ratusan hewan yang telah terjangkit itu, tercatat ada 80 ekor hewan dinyatakan sembuh dari penyakit mulut dan kuku setelah ditangani dengan pemberian antibiotik dan vitamin.