Share

Rawan Kecelakaan, KAI Tutup 6 Perlintasan Liar

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 19 Juni 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 320 2614179 rawan-kecelakaan-kai-tutup-6-perlintasan-liar-PXbGfRX6on.jpg Kereta Api (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta telah melakukan penutupan 6 lintasan liar sebagai tindakan untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api (KA).

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan langkah tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan beberapa pihak terkait.

"Tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang menjadi perhatian bersama baik operator, regulator, pemerintah maupun kewilayahan setempat," kata Eva dalam siaran resminya, Minggu (19/6/2022).

Sejak Januari hingga Juni 2022 sebanyak 17 perlintasan di wilayah Daop 1 Jakarta telah ditutup dengan menggandeng Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah (Pemda), Dishub dan Aparat Kewilayahan.

"Dari 17 perlintasan yang ditutup tersebut, 13 titik merupakan perlintasan liar dan 4 titik merupakan perlintasan resmi," tutur Eva.

Pada pekan ini, PT KAI Daop 1 Jakarta kembali menutup 6 perlintasan liar yang rawan terjadi kecelakaan, antara lain:

- KM 22+5/6 petak jalan Cakung - Kranji

- KM 8+2/3 petak jalan Tanahabang - Palmerah

- KM 41+2/3 petak jalan Citayam - Bojonggede

- KM 39+9/0 petak jalan Citayam-Bojonggede

- KM 57+6/7 petak jalan Daru - Tigaraksa

- KM 91+9/0 Petak jalan Catang - Cikeusal

"Penutupan perlintasan liar ini tentunya merupakan bagian dari dukungan KAI untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan perjalanan KA serta masyarakat," lanjutnya.

KAI mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2022 tercatat telah terjadi sebanyak 95 kecelakaan diperlintasan. Melalui kolaborasi bersama penutupan perlintasan liar ini diharapkan dapat mengurangi resiko angka kecelakaan.

Sebelum melakukan penutupan, KAI Daop 1 Jakarta melakukan sosialisasi dengan mendatangi unsur kewilayahan dan warga di sekitar lokasi.

KAI juga telah memasang spanduk pemberitahuan bagi masyarakat yang biasa memanfaatkan perlintasan liar tersebut agar dapat menggunakan jalur alternatif lain yang ada atau perlintasan resmi terdekat untuk keselamatan penggunaan jalan raya.

Sesuai Undang Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin harus ditutup demi keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan.

Regulasi tersebut juga mencatat bahwa penutupan perlintasan sebidang dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar jalur KA agar tidak membuat perlintasan secara ilegal yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan KA dan masyarakat yang melintas.

"PT KAI terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib dalam berlalulintas dan ikut menjaga keselamatan perjalanan KA," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini