Share

Anak Usaha PLN di Bidang Energi Terbarukan Segera Beroperasi Tahun Ini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 320 2614680 anak-usaha-pln-di-bidang-energi-terbarukan-segera-beroperasi-tahun-ini-rMKbcJzlLT.jpg Ilustrasi energi terbarukan. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian BUMN menargetkan pendirian holding dan subholding PT PLN (Persero) rampung 2022.

Pada Juni tahun ini perseroan diminta mengfinalisasi virtual holding dan subholding.

Nantinya, akan ada subholding Beyond Kwh yang membuat unit bisnis di luar transmisi listrik.

 BACA JUGA:PLN Aliri Listrik ke 71 Desa Terpencil di Sulawesi Barat

Lalu, subholding power atau pembangkit listrik yang fokus pada pembangkit PLTU batu bara, pembangkit energi terbarukan seperti solar, air geothermal dan lainnya.

Sementara, PLN Pusat bertindak sebagai holding dan mengurus masalah transmisi listrik.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury menyebut pembahasan finalisasi virtual holding dan subholding akan di bahas sore hari ini bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Poin pembahasan ini terkait dengan realisasi virtual holding dan subholding pada Juni ini.

"Hari ini kita akan melakukan pembahasan dengan pak Menteri BUMN, Insya Allah sesuai dengan target. Kita berharap akhir Juni ini kita sudah bisa mengfinalisasi untuk melakukan pembentukan virtual holding dan subholding," ujar Pahala saat Penandatanganan HoA antara Pertamina NRE dan Perhutani, Bogor, Selasa (20/6/2022).

Setelah pendirian holding dan subholding, lanjut Pahala, pada akhir tahun 2022 dilakukan penandatanganan dokumen legal (legal end-state).

Proses ini mengharuskan ada pembentukan aset, khsusunya untuk subholding.

"Itu baru di akhir tahun yang nama istilahnya legal end-state. Artinya ada pembentukan aset-asetnya di turunkan ke bawa dan sebagainya," jelasnya.

Pahala mengaku pihaknya telah memiliki gambaran atau desain perihal bentuk subholding power atau pembangkit.

Dia mencatat jumlah pembangkit yang dimiliki PLN sangat terlalu besar jika dijadikan satu subholding saja.

"Nah ini kita dalam proses pengkajian bagaimana kita mengfinalisasi hal ini. Insya Allah dalam beberapa waktu ini kita sudah bisa melihat desainnya sudah ada, bagaimana PLN bisa memiliki subholding untuk pembangkit ke depannya," bebernya.

Pengorganisasian ini, merupakan bagian daripada upaya Kementerian BUMN menggenjot kinerja PLN di level pembangkit, distribusi, transmisi, ritail, agar lebih transparan kepada masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini