Share

Duh! Dana Pinjaman Masyarakat ke Pinjol Capai Rp332 Triliun

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615121 duh-dana-pinjaman-masyarakat-ke-pinjol-capai-rp332-triliun-ylKmMdAAyi.JPG Pinjaman online. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Masyarakat rupanya masih kerap menjadikan pinjaman online (pinjol) sebagai alternatif memenuhi kebutuhan hidup.

Adapun penyaluran dana melalui aplikasi yang termasuk inovasi keuangan digital itu masih cukup tinggi.

Bahkan dari data Satuan Tugas Waspada Investasi, hingga Maret 2022, dana pinjol yang tersalurkan ke masyarakat mencapai Rp332,105 triliun dengan nilai outstanding mencapai Rp36,164 triliun.

Di mana dana itu mengalir dari 860.971 pemberi pinjaman (lender) melalui 102 perusahaan pinjol berizin dari OJK ke 78.560.968 rekening peminjam.

 BACA JUGA:Dana Pinjol Rp332 Triliun Mengalir ke 78 Juta Rekening

Meski sudah marak kasus pinjol ilegal, tapi ternyata tak menurunkan animo masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi pinjol legal yang terdaftar di OJK.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan bahwa yang menjadi alasan masyarakat tetap nekat pakai pinjol legal atau ilegal adalah untuk kebutuhan hidup.

"Jadi memang menjadi kebutuhan di masyarakat. Terutama kalangan perempuan," kata Tongam saat mengisi Media Gathering yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Niagara Hotel Parapat, Kamis (16/6/2022) malam.

Dia menyebut tingginya kebutuhan itu pula yang pada akhirnya banyak membuat masyarakat terjebak pada pinjol ilegal.

"Biasanya yang terjebak pinjol ilegal itu karena adanya kebutuhan mendesak karena kesulitan ekonomi," ungkapnya.

Dia juga mengatakan kalau maraknya pinjol ilegal akibat masih rendahnya literasi Keuangan masyarakat di tengah mudahnya mengakses aplikasi pinjol ilegal tersebut.

"Untuk itu kita terus berupaya melakukan pemblokiran pinjol ilegal sembari juga berupaya meningkatkan literasi masyarakat," jelasnya.

Menurut data, sejak tahun 2018 lalu mereka telah memblokir setidaknya 3.989 aplikasi pinjol ilegal.

Untuk pemblokiran terbanyak dilakukan di tahun 2019 dan 2020 yang mencapai lebih dari 2500 aplikasi.

"Tahun 2022 ini saja, sudah ada 255 pinjol yang kita blokir. Sejak tahun 2018, pinjol menjadi entitas jasa keuangan yang paling banyak dihentikan Satgas Waspada Investasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini