Share

Harga CPO Lesu, Permintaan China dan India Diprediksi Terus Turun

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615407 harga-cpo-lesu-permintaan-china-dan-india-diprediksi-terus-turun-9rhdM5l2mw.jpg Ilustrasi sawit. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga komoditas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) masih mengalami penurunan tajam di perdagangan Selasa (21/6/2022) siang.

Menurut data Bursa Derivative Malaysia, harga CPO untuk kontrak Juli 2022 ambles 2,3% menjadi MYR 5.140 per ton.

 BACA JUGA:Keran Ekspor CPO Dibuka, Produsen Sawit Untung Besar

Selama sepekan ke belakang, harganya ambruk 14,71%.

Untuk kontrak bulan Agustus, harga CPO dipatok MYR 4.975 per ton, turun 1,68%. Sementara, untuk bulan September, harganya ambruk 1,83% menjadi MYR 4.890 per ton.

Tren pelemahan harga ini disebabkan oleh kebijakan percepatan ekspor CPO Indonesia atau yang dikenal dengan flush out.

Ekspor dipercepat agar tangki penyimpanan CPO yang masih penuh segera habis, sehingga petani bisa kembali meningkatkan produksinya.

Di sisi lain, China dan India sebagai konsumen minyak nabati terbanyak berpotensi menurunkan permintaannya.

China sendiri saat ini masih berjuang mengendalikan pandemi Covid-19 dengan melockdown beberapa wilayah, meskipun pembatasan ini sempat dilonggarkan 1 Juni lalu.

Sementara India menurunkan impor CPOnya karena memilih minyak kedelai dan minyak bunga matahari sebagai alternatif dari CPO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini