Share

Harga Beli Gula Kristal Putih Ditetapkan Rp11.500/Kg, Petani Makin Sejahtera?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616514 harga-beli-gula-kristal-putih-ditetapkan-rp11-500-kg-petani-makin-sejahtera-hIrZggA422.jpg Harga Beli Gula Kristal Putih di Petani Rp11.500/Kg. (Foto: Okezone.com/Medicaldaily)

JAKARTA- Badan Pangan Nasional/NFA (National Food Agency) bersama Kementerian Perdagangan menetapkan harga pembelian Gula Kristal Putih (GKP) di tingkat petani minimal Rp11.500 per kilogram/kg.

Ketentuan tersebut tertuang dalam surat edaran bersama Kepala Badan Pangan Nasional dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Nomor 65.1/PANGAN/06/2022 dan Nomor 17 TAHUN 2022 tertanggal 10 Juni 2022.

Baca Juga: Produksi Gula Nasional Menurun, Ini Penjelasan Kemenperin

"Penyesuaian harga ini untuk kesejahteraan petani tebu, saya menegaskan seluruh pabrik gula baik yang dikelola BUMN Pangan, BUMN Perkebunan maupun swasta memberikan harga lelang minimum Rp11.500 per kg," tegas Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

Sambungnya, Badan Pangan bersama Kemendag, mendorong kestabilan harga gula di hulu tingkat petani dan hilir di tingkat konsumen yang seperti diketahui untuk hilir Harga Acuan gula sebesar Rp13.500 per kg.

Baca Juga: Peringatan Erick Thohir ke BUMN Pergulaan, Apa Itu?

Menurutnya hal ini sesuai yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong percepatan swasembada gula dengan menata perbaikan hulu dan hilir komoditas gula.

"BUMN Pangan ID FOOD, PTPN, swasta, Asosiasi maupun Pemerintah Daerah dapat bersinergi dengan Petani Tebu rakyat untuk jaga keseimbangan hulu hilir untuk percepatan swasembada gula, tingkatkan kemitraan, perluas lahan, sinergi stakeholders lainnya, dengan begitu akan meminimalisir ketergantungan impor komoditas gula," tegasnya

Arief bilang, kolaborasi penting untuk perbaikan tata kelola pangan, hal ini pun sesuai yang diamanahkan Presiden Jokowi.

"Pada Sidang Kabinet Paripurna kemarin bahwa diperlukan sebuah orkestrasi yang baik antara Kementerian / Lembaga, BUMN, Swasta dan daerah untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan produksi pangan untuk potensi ekspor pangan Indonesia," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini