Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Mendag Sebut Tak Ada Mafia Goreng, Lalu Apa Penyebab Harga Tinggi?

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Minggu, 26 Juni 2022 |06:17 WIB
4 Fakta Mendag Sebut Tak Ada Mafia Goreng, Lalu Apa Penyebab Harga Tinggi?
Mendag Zulkifli Hasan. (Foto: Kemendag)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengaku bukan mafia yang menyebabkan harga minya goreng tinggi.

Diketahui, usai diangkat jadi Mendag, Zulkifli menegaskan akan segera menyelesaikan persoalan minyak goreng.

Dia juga menyinggung persoalan tersebut dari mafia minyak goreng hingga sudah punya formula terbaru.

 BACA JUGA:Harga Sawit Rendah, Mendag Minta Pengusaha Beli Rp1.600/Kg

Berikut ini fakta Mendag sebut tak ada mafia minyak goreng, Minggu (26/6/2022):

1. Tak Ada Mafia Minyak Goreng

Mendag Zulkifli membantah kenaikan dan kelangkaan minyak goreng karena ulah mafia.

Dia menyebut kelangkaan terjadi karena harga pasar Internasional naik, pada saat yang sama pemerintah gagal mengantisipasi hal itu.

Dia menganggap hal itu biasa terjadi dalam perdagangan, baginya ada pihak yang mendapatkan keuntungan besar dalam suatu kejadian adalah hal biasa.

2. Respon Petani

Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto menilai, seharusnya Mendag perlu mendukung Kejaksaan Agung untuk membersihkan bisnis kotor yang dilakukan mafia di industri sawit.

"Apa yang dikatakan Mendag justru dipandang menutup-nutupi persoalan besar mafia migor yang merugikan masayarakat banyak," ungkapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Selain itu, menurut Darto, pernyataan Mendag dinilai kontra produktif dengan kebijakan yang tegas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di mana, Presiden mengeluarkan kebijakan pelarangan sementara ekspor Crude Palm Oil/CPO dan bahan baku migor untuk merespon ketidakpatuhan para konglomerat industri sawit.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement