Share

RI Waspadai Stagflasi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Viola Triamanda, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 320 2618885 ri-waspadai-stagflasi-apa-yang-sebenarnya-terjadi-rG9WFbJcw6.png RI Waspadai Stagflasi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Indonesia mewaspadai terjadinya stagfalasi yang semakin tinggi jika kenaikkan suku bunga terlalu tinggi. Stakglasi adalah stagnasi yang berarti perekonomian berjalan melambat dan bersamaan dengan inflasi yang tinggi.

"Karena jika suku bunga naik terlalu tinggi itu akan mendorong pertumbuhan perekonomian semakin turun, tapi kalau tidak dilakukan maka inflasi yang semakin tinggi, jadi ini seperti buah simalakama" jelasnya pada acara Market Review IDX Channel TV di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Menurutnya, biasanya saat stagflasi kebijakan harus sinkron dengan kebijakan moneter fiskal dan dari sektori atau struktural. Cara untuk mengatasinya adalah menaikkan suku bunga secara pelan-pelan dan disertai dengan kebijakan supply side oleh pemerintah.

Baca Juga:ย The Fed Yakin Bisa Kembalikan Inflasi AS ke 2%

"Bank Indonesia sendiri punya TPID, yang memungkinkan untuk menjaga ketersediaan pasokan, sedangkan pemerintah bisa mendorong terciptanya lapangan kerja, jadi yang harus dijaga adalah supply side yang bagus dan demand side agar terhindari dari stakflasi" jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini belum kembali ke angka sebelum pandemi meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang cukup baik dibanding dengan pertumbuhan ekonomi negara lain.

Baca Juga:ย 7 Fakta Inflasi RI Tertinggi Sejak Desember 2017, Harga-Harga pada Naik Dong?

Menanggapi situasi berat di tengah Rupiah melemah,harga input yang meningkat Telisa menjelaskan bahwa pemerintah harus menjaga komponen dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

"Yang pertama yaitu konsumsi masyarakat harus dijaga, terutama konsumsi masyarakat menengah atas karena untuk kelas bawah sudah dijaga oleh perlinsos tapi tetap itu harus dijaga bantalan perlinsosnya" jelasnya.

Komponen yang kedua adalah investasi. Menurutnya investasi harus tetap dijaga oleh pemerintah supaya investasi banyak yang masuk ke Indonesia.

"Dan kemudian yang perlu dijaga adalah ekspor agar tetap lancar tapi tetap harus memperhatikan ketersediaan domestik, selain itu impor juga harus tetap dikendalikan" tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini