Share

The Fed Yakin Bisa Kembalikan Inflasi AS ke 2%

Antara, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 278 2616508 the-fed-yakin-bisa-kembalikan-inflasi-as-ke-2-npVxAPmfhF.jfif The Fed Yakin Bisa Kembalikan Inflasi AS ke 2%. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Ketua Federal Reserve Jerome Powell yakin bisa kembalikan inflasi AS ke 2%. Hal ini disampaikan dihadapan Komite Perbankan Senat AS.

Powell menyatakan, meskipun tujuan dari soft landing telah dibuat secara signifikan lebih menantang dalam beberapa bulan terakhir. Federal Reserve tidak akan gagal dalam tugasnya untuk mengembalikan inflasi ke tingkat 2,0%.

Powell mengatakan, Federal Reserve tidak mencoba memprovokasi resesi dengan kenaikan suku bunga, meski mungkin saja terjadi. Dirinya menolak gagasan bahwa Federal Reserve memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga lebih agresif.

Baca Juga: Harga Emas Turun Tipis 0,02% Jadi USD1.838/Ounce

Dia mengatakan bahwa bank sentral berusaha menurunkan inflasi tanpa menimbulkan terlalu banyak kerusakan, tetapi kenaikan suku bunga Fed yang agresif dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

"Kami sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, dan kami bergerak cepat untuk melakukannya," kata Powell, dikutip dari Antara, Kamis (23/6/2022).

Dalam sidang Komite Perbankan Senat AS, Powell mengatakan, The Fed tidak mencoba merekayasa resesi untuk menekan inflasi tetapi berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga-harga sekalipun hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi.

Baca Juga: Inflasi Global Hantui Indonesia, Ini Dampak Besarnya

"Suku bunga yang lebih tinggi memang menyakitkan, tetapi itu adalah alat yang kita miliki untuk menurunkan inflasi," kata Powell.

Sebagai informasi, Inflasi Amerika Serikat bulan Maret 2022 mencapai 8,5%. Indeks harga konsumen (CPI) AS naik dari posisi Februari yang sebesar 7,9%.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Inflasi AS mencetak rekor tertinggi sejak 1981 sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga pada bulan depan, dilansir Reuters, Selasa (12/4/2022).

Inflasi AS tercatat selalu berada di atas 6% selama enam bulan berturut-turut.

Angka inflasi yang tinggi sejak pandemi bertambah kuat seiring peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, di mana Amerika Serikat melibatkan diri dengan aneka sanksinya. Kebijakan ini semakin mendongkrak harga-harga komoditas energi, pangan, dan logam.

Pembacaan inflasi yang kuat mengikuti data bulan lalu yang menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah baru dua tahun di 3,6% pada bulan Maret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini