Share

7 Fakta Inflasi RI Tertinggi Sejak Desember 2017, Harga-Harga pada Naik Dong?

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 04 Juni 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 320 2605282 7-fakta-inflasi-ri-tertinggi-sejak-desember-2017-harga-harga-pada-naik-dong-PuqEgrBaYV.jpg Inflasi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,40% secara month-to-month(mtm), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,42 di Mei 2022. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2022) adalah sebesar 2,56%.

"Tingkat inflasi tahun ke tahun, yakni Mei 2022 terhadap Mei 2021 adalah sebesar 3,55%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam rilis resmi statistik secara virtual di Jakarta.

Berikut fakta-fakta Inflasi Mei 2022 yang dirangkum Okezone, Sabtu (4/6/2022):

1. Tertinggi Sejak Desember tahun 2017

Dia menyebutkan, jika ditarik ke belakang, angka inflasi 3,55% ini merupakan angka tertinggi sejak Desember tahun 2017 yaitu inflasi 3,61%.

Margo mengatakan bahwa komoditas penyumbang inflasi di bulan Mei adalah tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah. Jika dilihat per komponennya, komponen harga bergejolak memberikan andil terbesar sebesar 0,16%.

"Jika dilihat penyebabnya, penyebab utamanya adalah dari telur ayam ras, bawang merah, dan daging sapi. Penyumbang kedua untuk inflasi menurut komponennya adalah komponen inti yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,15%, dengan komoditas dominan pendorong inflasi pada komponen inti diantaranya adalah ikan segar, nasi dengan lauk, dan roti manis," jelasnya.

2. Komponen Harga

Penyumbang yang ketiga untuk inflasi menurut komponennya adalah komponen harga yang diatur oleh pemerintah dengan andil 0,09% dan ini lebih disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara.

"Terjadi tren peningkatan dari andil komponen harga yang diatur pemerintah karena pemerintah mengizinkan maskapai penerbangan untuk melakukan penyesuaian tarif produksi untuk angkutan penumpang dalam negeri, serta adanya kebijakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax beberapa waktu lalu," tambahnya.

3. Komoditas Penyumbang Inflasi

Jika disortir berdasarkan pengeluaran, maka andil terbesar adalah di kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,20%.

Komoditas utama penyumbang inflasi di bahan makanan berasal dari telur ayam ras dengan andil 0,05% karena kenaikan harga pakan ayam.

Sementara itu, apabila dilihat dari 90 kota, 87 kota mengalami inflasi.

4. Masih Terkendali

BPS mencatat inflasi pada Mei 2022 sebesar 3,55% (yoy). Inflasi meningkat jika dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,47% (yoy), namun tetap berada dalam rentang sasaran inflasi yang telah ditetapkan sebesar 3±1% (yoy).

“Inflasi Indonesia masih terkendali ditengah tren peningkatan inflasi yang masih terjadi di berbagai negara. Seperti Uni Eropa saat ini inflasinya tercatat sebesar 8,1% (yoy) pada Mei 2022. Kemudian India, Korea Selatan dan Inggris yang realisasi inflasinya masing-masing tercatat sebesar 7,79% (yoy), 4,8%(yoy) dan 9% (yoy) pada April 2022. Bahkan inflasi Rusia tercatat hingga mencapai 17,83% (yoy),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

5. Komoditas Alami Penurunan

Secara bulanan, pada Mei tercatat inflasi sebesar 0,40% (mtm), menurun dibanding bulan April yang mencapai 0,95%(mtm). Capaian inflasi Mei dipengaruhi oleh pergerakan dari seluruh komponen. Inflasi komponen Volatile Food (VF) tercatat sebesar 0,94% (mtm) atau 6,05% (yoy) terutama disumbang oleh kenaikan harga telur ayam ras dan bawang merah.

Kenaikan harga telur ayam ras saat ini disebabkan oleh tingginya biaya produksi yang berasal dari harga pakan dan masih tingginya permintaan masyarakat. Kenaikan harga telur ayam ini juga mendorong kenaikan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,07%.

Komoditas yang mengalami penurunan harga salah satunya minyak goreng dengan andil -0,01%. Kebijakan Pemerintah terkait pelarangan ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya pada 28 April sampai 23 Mei 2022 menyebabkan turunnya harga kelapa sawit dan berdampak pada penurunan harga minyak goreng secara keseluruhan.

6. Permintaan Masyarakat Kuat

Inflasi inti tercatat sebesar 0,23% (mtm) atau 2,58% (yoy). Secara tahunan inflasi inti sedikit menurun dibanding bulan April yang tercatat sebesar 2,60% (yoy), namun tetap konsisten dalam tren yang tinggi.

Hal ini menunjukkan permintaan masyarakat yang tetap kuat pasca momen HBKN Ramadan dan Idulfitri. Sementara berdasarkan komoditas penyumbangnya, inflasi inti pada Mei dipengaruhi oleh kenaikan harga ikan segar, nasi dengan lauk, dan roti manis.

7. Imbas Tekanan Harga Komoditas Global

Inflasi secara year-on-year(yoy)melanjutkan tren peningkatan yang mencapai 3,55% pada Mei 2022 . Sebelumnya, inflasi pada bulan April 2022 adalah sebesar 3,47%.

Inflasi ini merupakan yang tertinggi sejak Desember 2017, dipengaruhi oleh tekanan harga komoditas global dan dampak dari kenaikan permintaan Lebaran.

"Komoditas pangan memberikan kontribusi terbesar. Secara bulan ke bulan, inflasi Mei tercatat menurun ke level 0,40%," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu di Jakarta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini