Share

Perjalanan Karir Jokowi hingga Jadi Presiden Indonesia

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 320 2618903 perjalanan-karir-jokowi-hingga-jadi-presiden-indonesia-RWrZqy6iTM.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Perjalanan karir Jokowi hingga jadi Presiden Indonesia. 61 tahun yang lalu tepatnya di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Solo, Jawa Tengah lahir seorang anak laki-laki.

Anak tersebut lahir dari rahim seorang ibu bernama Sujiatmi dan ayah Wijiatno Notomiharjo. Anak itu adalah Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Joko Widodo atau Jokowi lahir dan dibesarkan di Kota Solo, Jawa Tengah. Ia merupakan anak sulung dari empat bersaudara, dan menjadi satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga sebab ketiga adiknya perempuan.

Keluarga Jokowi sama seperti keluarga pada umumnya. Ibu dan bapaknya bukan keturunan ningrat melainkan keduanya bekerja keras untuk membesarkan anak-anaknya.

Masa Kecil yang Penuh Perjuangan

Kondisi ekonomi yang sulit membuat Jokowi bersama keluarganya harus berpindah-pindah rumah kontrakan. Hal itu dilakukan agar mampu membayar sewa rumah.

Kala ia duduk di bangku sekolah dasar, Jokowi telah menjadi seorang kuli panggul, ojek payung dan pedagang. Semua ia lakukan untuk membiayai kebutuhan sekolahnya hingga makan sehari-hari.

Saat usia 12 tahun, Jokowi memutuskan untuk bekerja di perusahaan kayu sebagai tukang gergaji. Keahlian tersebut didapatnya dari sang ayah yang juga berprofesi sebagai tukang kayu.

Memiliki Usaha Mebel

Setelah menyelesaikan pendidikannya pada 1985 Jokowi akhirnya menikahi pujaannya, Iriana pada tanggal 24 Desember 1986 di Kota Solo.

Di tahun yang sama, Jokowi merantau ke Aceh untuk mencari pekerjaan. Di sana, ia bekerja di salah satu BUMN, PT. Kertas Kraft Aceh. Lantaran, merasa tidak betah, ia memilih mengundurkan diri dan mencoba untuk berbisnis kayu di Solo sembari menunggu kelahiran anak pertamanya.

Sebelum memulai usahanya, Jokowi bekerja di perusahaan milik pamannya, di CV Roda Jati, Solo. Setelah memiliki cukup pengalaman yang, ia memberanikan diri untuk membuka usaha mebel kayu sendiri pada tahun 1988 dengan membuat badan usaha yang bernama CV. Rakabu yang terinspirasi dari nama anak pertamanya, yaitu Gibran Rakabuming.

Bisnis kayu Jokowi kala itu mengalami pasang surut bahkan hampir bangkrut. Akan tetapi, pada 1990 berkat pinjaman dana sebesar 30 juta rupiah dari ibunya, Jokowi kemudian mencoba bangkit kembali.

Setelah bisnisnya mulai bangkit, Jokowi memulai perjalanannya untuk keliling Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Alhasil, ia sukses menjadi pengusaha ekspor mebel.

Menjadi Walikota Solo

Saat Jokowi berkeliling Eropa dalam perjalanan bisnis mebelnya, ia mendapatkan inspirasi mengenai tata kota yang bersih serta rapi. Yang membuatnya ingin menerapkannya di Indonesia.

Di tahun 2005, Jokowi mencalonkan diri menjadi calon Walikota Solo diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan. Meskipun tak memiliki pengalaman politik yang cukup, Jokowi akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dan menjadi Walikota Solo.

Kemenangannya sebagai Walikota Solo menjadi pijakan awal Jokowi menuju kursi Presiden Republik Indonesia. Sebagai Walikota Solo, Jokowi banyak mengubah wajah Kota Solo menjadi kota yang nyaman dengan adanya relokasi pedagang tanpa menimbulkan kerusuhan. Jokowi juga dikenal sebagai pemimpin yang gemar ‘blusukan’ atau sering berkeliling melihat langsung keadaan kotanya.

Hasil kerja kerasnya tersebut berhasil menjadi Walikota Solo untuk kedua kalinya pada pilkada 2010. Dari situlah Jokowi mulai dikenal rakyat sebab karakternya yang sederhana serta prestasi yang ditorehkan pada masa jabatannya menjadi Walikota Solo.

Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Keberhasilannya memimpin Kota Solo kemudian membuat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memintanya untuk maju ke Kursi Gubernur.

Sempat menolak, Jokowi kemudian menerima dan bergabung dengan Partai PDI Perjuangan di bawah pimpinan Megawati Soekarno Putri bersama Partai Gerindra yang di bawah pimpinan Prabowo Subianto.

Jokowi akhirnya resmi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok.Dalam pilkada putaran kedua berhasil membuat Jokowi-Ahok memenangkan kursi Gubernur DKI Jakarta 2012.

Menjadi Presiden Republik Indonesia

Di tengah masa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi kembali memberanikan diri maju sebagai Calon Presiden bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden pada tahun 2014. Pada bulan Juli 2014, hasil perhitungan suara oleh KPU Indonesia menyatakan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai pemenang pada Pemilihan Presiden tahun 2014 dengan perolehan suara sebesar 53,15 persen atau 70.997.833.

Setelah banyak mengeluarkan kebijakan baru pasca menjadi Presiden RI, banyak terjadi pro dan kontra dari masyarakat. Terlepas dari banyaknya kontroversi mengenai kebijakan Presiden Jokowi, ia adalah sosok yang patut menjadi perhatian, sebab hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, ia berhasil mencapai puncak sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Pada Agustus 2019, Jokowi kembali melakukan deklarasi untuk kembali menjadi calon Presiden Republik Indonesia pada tahun 2019. Jokowi berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden Indonesia pada pilpres 2019 mendatang. Dan kembali menang lagi dengan masa menjabat sebagai Presiden hingga 2024.

Demikian perjalanan karir Jokowi hingga jadi Presiden Indonesia yang perlu diketahui.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini