Share

Tak Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Bos Perusahaan Bisa Dipenjara 8 Tahun

Tim Okezone, Okezone · Senin 27 Juni 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 320 2618968 tak-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan-bos-perusahaan-bisa-dipenjara-8-tahun-5lQWzS81f0.jpg BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ada sejumlah sanksi yang akan diterima perusahaan jika tidak mendaftarkan dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawannya.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo mengatakan beberapa sanksi yang akan diterima oleh perusahaan nakal tersebut.

"Sanksi yang dapat diberikan yang pertama sanksi administratif, sesuai PP 86 tahun 2013. Pertama peraturan tertulis, sanksi denda, yang ketiga tidak mendapatkan pelayanan tertentu," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, dikutip Rabu (22/6/2022).

ย BACA JUGA:Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1,2 dan 3 Dihapus Sudah Uji Coba di 10 RS

Dia menyebut selain terkena sanksi administratif, perusahaan juga dimungkinkan terkena sanksi pidana sesuai UU no 24 tahun 2011.

Di mana pelaku bisa dipenjara paling lama 8 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

Dia menjelaskan jenis-jenis ketidakpatuhan oleh perusahaan yang berujung pada penindakan. Misalnya, perusahaan yang wajib mendaftar tapi belum mendaftar, perusahaan yang menunggak iuran, perusahaan yang mendaftarkan sebagian pekerjanya, perusahaan tidak melaporkan upah yang sebenarnya, serta perusahaan yang hanya mengikuti sebagian program.

"Beberapa contoh hasil dari pengawasan dan pemeriksaan yang terkena sanksi pidana, Direksi PT KDH divonis penjara karena ada tunggakan Rp432 juta,โ€ lanjutnya.

โ€œLalu juga Disnakertrans Riau menjemput paksa Direktur PT Dungo Reksa di Medan karena ada tunggakan Rp1,2 miliar dan juga PT Natatex didenda Rp940 juta karena menggelapkan dana BPJS," tambahnya.

Dia menegaskan itu merupakan beberapa hal yang dilakukan bersama dengan beberapa pihak sebagai bentuk penegakan kepatuhan dari perusahaan pemberi kerja atas kewajiban mereka membayar jaminan sosial ketenagakerjaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini