Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengertian FOMO dan 3 Dampaknya Pada Kondisi Finansial Generasi Muda

Ahmad Husein Lubis , Jurnalis-Senin, 27 Juni 2022 |19:26 WIB
Pengertian FOMO dan 3 Dampaknya Pada Kondisi Finansial Generasi Muda
Pengertian FOMO dan dampaknya ke generasi muda. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Istilah FOMO atau Fear of Missing Out pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 oleh Dr Andrew K Przybylski seorang ilmuwan asal Inggris. Przybylski dkk (2013) mendefinisikan Fear of Missing Out sebagai ketakutan yang dirasakan individu ketika individu tersebut tidak mengetahui pengalaman atau kegiatan orang lain yang menarik. Przybylski menggambarkan Fear of Missing Out (FOMO) terbentuk karena rendahnya kepuasan dalam kebutuhan dasar psikologis dari competence, autonomy dan relatedness.

Lalu, apa hubungan FOMO dengan kesalahan finansial? Dengan menerapkan gaya hidup yang didasarkan pada sindrom FOMO, dapat mendorong Anda mengambil keputusan keuangan dan keputusan investasi yang buruk. Pada akhirnya secara keseluruhan dapat berdampak pada neraca keuangan Anda.

 BACA JUGA:PROMO FOMO Jelajahi Tren Dekorasi Rumah Bersama Raditya Dika, Denny Cagur, dan Edric Tjandra

Kerap kali FOMO memicu rasa cemas dan khawatir yang mendorong kita untuk terus bersaing dengan orang lain. Sindrom FOMO bahkan bisa membuat seseorang rela berhutang atau mengambil pinjaman untuk sesuatu yang tidak terlalu penting. Terus menerus terjebak dalam kondisi FOMO tentu dapat membahayakan kondisi finansial Anda

Berikut 3 dampak negatif dari sindrom FOMO bagi kondisi finansial Anda:

1. Gaya hidup konsumtif

Perasaan cemas dan khawatir sehingga ingin selalu bersaing dengan orang lain di sekitar Anda akan menguras dompet Anda dalam jumlah yang seringkali tidak sedikit.

Inilah yang menyebabkan gaya hidup konsumtif yang akan terus terjadi apabila Anda tidak segera mengakhiri siklus FOMO ini. Bahkan gaya hidup konsumtif ini bisa mengakibatkan Anda berani untuk mengambil hutang dan pinjaman untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan.

2. Keputusan yang buruk dalam memilih investasi

Dalam berinvestasi, sudah sewajarnya Anda memiliki beberapa pertimbangan yang matang terkait dengan resiko saham, likuiditas saham, dan kinerja saham tersebut untuk jangka panjang.

Apabila Anda berinvestasi hanya karena ikut-ikutan trend saja (FOMO) akan mengakibatkan kurangnya persiapan strategis yang tepat dan kemudian memutuskan untuk berhenti untuk berinvestasi di tengah jalan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement