Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Rumah Mahal, Masyarakat Pilih Tinggal di 'PIM'

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |06:50 WIB
Harga Rumah Mahal, Masyarakat Pilih Tinggal di 'PIM'
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)
A
A
A

Kontribusi sektor perumahan, sambung Sri, kontribusi dan sharenya terhadap APBN cukup signifikan, apalagi ditambah dengan aspek penciptaan kesempatan kerja.

"Dia punya multiplier effect yang besar dan juga share-nya terhadap PDB di atas 13%. Namun, ini belum klop. Kita punya gap antara demand dengan purchasing power, itu namanya harap-harap cemas. If you can exercise your demand, it means you have purchasing power. Saya bermimpi punya rumah dan saya berencana punya rumah, keduanya berbeda, mimpi ya mimpi, kalau berencana ya berarti sudah ada daya belinya untuk mengeksekusi rencananya," terang Sri.

Baca Selengkapnya: Harga Rumah Mahal, Sri Mulyani Bilang Masyarakat Pilih Tinggal di Mertua atau Sewa

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement