Share

KKP Pakai Konsep Fisheries Refugia untuk Tata Kelola Perikanan, Apa Itu?

Heri Purnomo, iNews · Minggu 10 Juli 2022 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 10 320 2626897 kkp-pakai-konsep-fisheries-refugia-untuk-tata-kelola-perikanan-apa-itu-S3r6Y9TTzh.JPG Perikanan Indonesia. (Foto: KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama negara-negara ASEAN mengembangkan konsep fisheries refugia (refugia perikanan) untuk mendorong tata kelola perikanan berkelanjutan.

"Indonesia sebelumnya telah menetapkan dua lokasi fisheries refugia, yaitu Kalimantan Barat untuk spesies udang penaeid, dan Bangka Belitung untuk cumi-cumi, berdasarkan kondisi habitat dan stok ikan yang terancam," ujar Kepala Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Yayan Hikmayan dalam keterangan tertulis, Minggu (10/7) 2022).

 BACA JUGA:KKP Pakai Stelina Tutup Celah IUU Fishing

Yayan mengungkapkan pengembangan konsep ini sejalan dengan zonasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), fisheries refugia identik dengan pengelolaan habitat yang digunakan ikan selama fase pemijahan dan asuhan diyakini dapat diterapkan untuk diimplementasikan pada seluruh WPP Negara Republik Indonesia.

"Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh output dari proyek ini dan mengawal rekomendasi hasil kajian fisheries refugia menjadi penetapan Rencana Pengelolaan Perikanan yang selanjutnya dapat diduplikasi untuk WPP lainnya dalam rangka turut mendukung kebijakan Perikanan Terukur," jelasnya.

Perkembangan implementasi refugia perikanan di Indonesia, disampaikan delegasi Indonesia pada Forum The 6th Regional Scientific and Technical Committee (RSTC), yang berlangsung di Thailand.

Forum ini diselenggarakan oleh Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC), United Nations Environment Program (UNEP), Global Environment Facility (GEF).

Kemudian, oleh Project on Establishment and Operation of a Regional System of Fisheries Refugia in the South China Sea and Gulf of Thailand.

Perwakilan dari Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) BRSDM, Astri Suryandari mengatakan konsep fisheries refugia didasarkan pada pendekatan berbasis wilayah untuk pengelolaan perikanan.

Tujuannya untuk mempertahankan habitat sumber daya ikan serta meminimalkan efek penangkapan terhadap stok ikan di area dan pada fase penting siklus hidupnya, yaitu fase pemijahan dan asuhan yang menentukan keberlanjutan stok ikan tersebut.

"Fisheries refugia bukan merupakan wilayah yang tidak dapat dimanfaatkan atau no take zone, tetapi merupakan wilayah yang dapat dikelola secara berkelanjutan dan pada saat tertentu harus ditutup atau closed season demi kepentingan rekruitmen dan kelangsungan hidup spesies sumberdaya ikan tertentu," bebernya.

Sebagai informasi, proyek fisheries refugia diinisiasi oleh SEAFDEC, sebuah organisasi regional bidang perikanan yang beranggotakan semua negara ASEAN dan Jepang.

Proyek ini salah satunya berfokus pada peningkatan kapasitas dan pengembangan Sumber Daya Manuia (SDM) di bidang perikanan, dengan dukungan pembiayaan dari UNEP dan GEF. .

Pengembangan fisheries refugia di Indonesia sejalan dengan kebijakan penangkapan ikan terukur yang telah ditetapkan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini