Share

Ekonomi RI Membaik, 37 Perusahaan Antre IPO

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 278 2627514 ekonomi-ri-membaik-37-perusahaan-antre-ipo-jGyXAV3cLL.jpg 37 Perusahaan Melantai di Bursa (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia mencatat 37 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham atau IPO di BEI. Ada sejumlah perusahaan teknologi yang masuk dalam daftar tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna Setia menyampaikan sampai dengan 8 Juli 2022 telah tercatat 25 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, terdapat 37 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

"Hingga saat ini, ada 37 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,"ujarnya di Jakarta, Senin (11/7/2022).

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, 9 perusahaan dalam pipeline IPO memiliki aset skala kecil atau aset di bawah Rp50 miliar, 15 perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar dan 13 perusahaan aset skala besar atau aset diatas Rp250 miliar.

Perincian pipline IPO dari sisi sektor ialah 2 perusahaan dari sektor Basic Materials, 7 perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, 9 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclical, 2 perusahaan dari sektor Energy.

Selanjutnya, 2 perusahaan dari sektor Healthcare; 2 perusahaan dari sektor Industrials; 4 perusahaan dari sektor Infrastructures.

Lalu satu perusahaan dari sektor Properties & Real Estate; 3 perusahaan dari sektor Technology 5 perusahaan dari sektor Transportation & Logistic.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain IPO, ada juga 23 korporasi yang akan mencatatkan 29 Emisi dalam pipeline pencatatan Obligasi dan Sukuk. Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia, Wisnu Prambudi Wibowo seperti dikutip kontan pernah bilang, tren IPO pada tahun 2022 masih akan tinggi.

Menurutnya, perolehan IPO tahun 2022 memungkinkan untuk lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama di semester 2, khususnya memasuki kuartal keempat 2022.

"Pasalnya, biasanya di semester kedua, kondisi ekonomi dan bisnis lebih kondusif,"ujarnya.

Disampaikannya, ada beberapa faktor pendorong yang membuat tren IPO di 2022 dapat lebih tinggi dari 2021.

Tahun ini pertumbuhan ekonomi akan lebih baik ketimbang tahun lalu. Calon emiten pun perlu dana murah untuk ekspansi pascapandemi.

Faktor lain adalah aktivitas masyarakat yang mulai normal dan daya beli masyarakat membaik. Meskipun begitu, Wisnu melihat ada kemungkinan perusahaan untuk menunda pelaksanaan IPO apabila kondisi pasar tidak kondusif hingga akhir tahun.

"Misalnya, konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina makin panas dan inflasi makin tidak terkendali. Ada kekhawatiran tidak terserap secara maksimal emisinya, jika dipaksakan," ucap Wisnu.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, BEI kedatangan 3 perusahaan tercatat baru. PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) yang mencatatkan sahamnya di papan Pengembangan BEI dan menjadi perusahaan tercatat ke-23 pada tahun 2022. TRGU bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage.

Kemudian, PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) menjadi perusahaan tercatat ke-24 di BEI. CHEM bergerak pada sektor dan sub sektor Basic Materials dan PT Arkoya Hydro Tbk (ARKO) menjadi perusahaan tercatat ke-25 pada tahun 2022 di BEI. ARKO bergerak pada sektor Infrastructures dengan sub sektor Utilities.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini