Share

Menko Airlangga: Banyak Bank Bermasalah Berubah Jadi Bayi Sehat karena Digitalisasi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Senin 11 Juli 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 320 2627491 menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi-EHKBrfvvfP.jpg Menko Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone/Kurniasih)

BALI - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut digitalisasi memberi banyak kemudahan bagi sektor keuangan.

Bahkan dia menyebut ada bank bermasalah berubah menjadi bayi sehat berkat digitalisasi.

"Di sektor keuangan, banyak bank-bank digital muncul itu tentu bank yang biasanya jadi bank sedikit masalah, tapi dengan adanya digitalisasi itu jadi bayi sehat," kata Airlangga, Senin (11/7/2022).

Airlangga mengatakan bank digital tersebut memiliki likuiditas yang baik. Serta yang paling penting adalah kini lebih efisien.

 BACA JUGA:Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Rp4.531 Triliun

"Ke depan persaingan bank kita ketahui bank konvensional akan sebagian besar miliki bank-bank digital juga," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, layanan perbankan digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun.

"Apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun. Itu juga kemajuan. Ini bisa memperkuat ekonomi kita," kata Perry.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurut Perry, penguatan sinergi dan akselerasi ekonomi keuangan digital merupakan arahan Presiden Jokowi.

"Kita lihat seberapa cepat perkembangan e-Commerce naik 31% sebesar Rp536 triliun. Uang elektronik tahun ini diperkirakan Rp360 triliun. Naik 18% apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun," jelasnya.

Layanan perbankan digital juga didukung oleh elektronifikasi bansos, transaksi keuangan daerah, dan digitalisasi berbagai moda transportasi.

"Pada 2019, BI meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran indonesia. Yang dalam 5 tahun kita mencoba mendigitalkan itu. Karena tidak ada transaksi ekonomi dan keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran. Kita mendukung penuh presiden mendigitalkan ekonomi keuangan nasional," bebernya.

Berdasarkan data BI, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2022 tumbuh 35,25% (year on year/yoy) mencapai Rp32 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% (yoy) menjadi Rp3.766,7 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit hanya mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp630,9 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini