Share

Luhut Sebut Emisi Karbon Harus Dibahas di Presidensi G20

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 12 Juli 2022 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 320 2628264 luhut-sebut-emisi-karbon-harus-dibahas-di-presidensi-g20-5adGE9uBKP.jpg Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan negara maju merupakan penyumbang emisi karbon terbesar saat ini.

Sedangkan porsi untuk realisasi investasi di sektor ekonomi hijau masih dibedakan dengan negara-negara berkembang.

Hal tersebut yang dianggap perlu dibicarakan di Presidensi G20 Indonesia.

"Saya bilang besok dengan mereka ketemu di Bali, saya mau bilang hey, mana uang mu taro sini, kami ini siap, jadi kita nantang dia," ujar Luhut di Kantornya, Selasa (12/7/2022).

 BACA JUGA:Luhut Ungkap Rencana Presiden Jokowi Kunjungi China Akhir Juli 2022

Luhut menjelaskan penyumbang karbon lebih banyak dihasilkan oleh negara-negara maju.

"Paling banyak ini penyumbang karbon negara-negara maju, seperti kita negara berkembang belum, kita punya hak juga untuk kemajuan ekonomi kita, untuk meningkatkan net zero emission," Kata Luhut.

"Zero Emission perkapita itu negara-negara maju jauh lebih tinggi dari kita, kita masih dibawah, tapi kita sudah disuruh nurunin emisinya," lanjutnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya, salah satu upaya untuk mengurangi emisi karbon adalah untuk dengan menggunakan kendaraan listrik.

Sehingga konsumsi terhadap BBM juga bisa berkurang.

Sebab disamping menimbulkan emisi, penggunaaan BBM yang berlebih juga membuat pemerintah harus merogoh kocek yang dalam.

Oleh karena itu penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu opsi yang dipilih.

"Walaupun untuk mengisi daya kendaraan listrik itu salah satunya juga bersumber dari energi batubara," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini