Share

Sri Mulyani Tekankan Kesiapan Hadapi Pandemi Lain di Forum G20

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 13 Juli 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 320 2628636 sri-mulyani-tekankan-kesiapan-hadapi-pandemi-lain-di-forum-g20-xcQhCPABVE.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

BALI - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa kesiapan pandemi menjadi aspek yang harus diperhatikan dalam diskusi forum G20.

Hal ini mengingat akses vaksin yang masih minim di negara-negara berpendapatan rendah dan juga mempersiapkan pandemi lain selain Covid-19.

Maka dari itu, presidensi G20 Indonesia telah mendorong mekanisme Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) untuk penanganan kesehatan di bawah pengelolaan Bank Dunia, di mana WHO juga akan memegang peranan penting dalam mekanisme ini.

"Dengan demikian, kita bisa bersiap dan merespon dengan lebih baik dan cepat, sehingga dampak kerusakan dan juga jumlah korban tidak akan sebanyak pandemi Covid-19 sekarang," ujar Sri dalam rangkaian kegiatan Road to G20 bertajuk "Sustainable Finance: Instruments and Management in Achieving Sustainable Development of Indonesia" di Nusa Dua, Rabu (13/7/2022).

Dia menyebutkan, pandemi sekarang telah menimbulkan banyak korban, bukan hanya dari sisi kemanusiaan, tetapi juga dari sisi ekonomi dan keuangan. Banyak negara mengeluarkan kebijakan baru, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk memulihkan ekonominya dari pandemi, dimana Indonesia tidak terkecuali.

"Bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka menyelaraskan dan mendesain kebijakan fiskal dan moneter yang countercyclical. Dalam kasus ini, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang bisa pulih ke kondisi GDP pra pandemi di tahun 2021, pemulihan yang sangat cepat ini harus kita syukuri" ungkap Sri.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tetapi, sambung Sri, tujuannya belum berakhir hanya dengan mencapai level pra pandemi. Masih banyak isu pembangunan yang harus disorot yang tertuang di dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

"Satu hal yang perlu juga dimasukkan dalam pertimbangan pembuatan kebijakan adalah aspek perubahan iklim (climate change), karena dunia tak hanya menghadapi pandemi, tetapi juga ancaman katastropik terhadap ekonomi global yaitu perubahan iklim sendiri," tambah Sri.

Situasi ini pun semakin rumit dan kompleks dengan adanya tegangan geopolitik yang menimbulkan dampak spillover terhadap harga komoditas pangan dan energi di global. Mengejar dan mencapai tujuan SDGs yang terkait dengan perubahan iklim, sambung Sri, akan menjadi kian sulit dengan adanya konsekuensi geopolitik terhadap sektor pangan dan energi.

"Kedua sektor ini sangat terkait dan berdampak dalam upaya menghadapi perubahan iklim, ini akan menjadi lingkungan yang sangat kompleks bagi kita semua," kata Sri.

Dia mengatakan, dalam forum G20 ini, semua pihak akan terus berdiskusi dan berupaya mencari cara atau jalan keluar, bukan hanya melalui kelompok, tetapi juga bekerja sama dengan banyak organisasi internasional dan multilateral.

"Ini bukan hanya untuk mendiskusikan isu perubahan iklim, tetapi bagaimana menanganinya dengan cara yang paling efektif," tandas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini