Share

Citayam Fashion Week, Simak Sisi Negatif dan Positif Bagi Jakarta

Feby Novalius, Okezone · Kamis 14 Juli 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 320 2629518 citayam-fashion-week-simak-sisi-negatif-dan-positif-bagi-jakarta-eMN9NLzSom.JPG Citayam fashion week. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Citayam Fashion Week punya sisi positif dan negatif. Namun menarik untuk disimak bahwa kehadiran 'Bocah Citayam' memberi warna baru Jakarta.

Akademisi dan Praktisi Bisnis Rhenald Kasali mengatakan, Tokyo Fashion dalam akun media sosialnya menyampaikan bahwa komunitas Citayam Fashion Week akan ramai dan perlu didukung pemerintah.

"Kita lihat anak-anak remaja dari 11-18 tahun, libur sekolah dan tampil menciptakan konten dan bergaya dijalan. Jangan lupa catwalk terbesar bukan semata-mata ada pada catwalk hight fashion, tapi ada di jalan," ujar Rhenald di YouTubenya, Kamis (14/6/2022).

 BACA JUGA:Profil Roy Citayam Fashion Week yang Disebut Kekasih Jeje Slebew

Sisi positif Citayam Fashion Week adalah menghidupkan banyak ekonomi di antaranya street food. Pendapatan penjual kopi keliling misalnya meningkat karena hadirnya para remaja dari Sudirman, Citayam, Bogor dan Depok (SCBD).

"Positif pedagang dapat pendapatan baik biasa Rp200 ribu per hati, tapi sejak ada komunitas ini bisa Rp700 ribu per hari. Tentu ini pertumbuhan luar biasa, dengan Instagram, TikTok," ujarnya.

Namun tentu ada sisi negatif yang masih bisa diperbaiki. Di mana Citayam Fashion Week membuat beragam komentar seperti pemandangan di Kawasan Sudirman menjadi kurang enak dilihat hingga sampah menumpuk.

"Saya tanya dua pengemudi yang juga orang Citayam. Mereka bilang bikin malu Citayam. Mbak yang kerja di Kawasan Sudirman bilang selama ini pemadangan keren, cowok keren, tapi sekarang kelas sosial bawah, banyak anak alay," tuturnya.

Tapi, kata Rhenal, melihat Citayam Fashion Week tentu tidak bisa dari satu sisi. Jadi tergantung cara orang melihat 'Bocah Citayam' ini seperti apa.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Tentu negatif kalau mereka kumpul sampai malah hari dan buang sembarangan. Media sudah sampaikan bahwa jumlah sampah di sana banyak sekali, apa itu gelas plastik dan sebagainya," tuturnya.

Citayam Fashion Week adalah kumpulan anak remaja yang menyukai fashion street sampai mengikuti tren yang ada di media sosial.

Misalnya, perempuan mengenakan baju serba hitam disebut cewek mamba. Bajunya warna warni disebut cewek kue, dan cewek bumi kalau pakainya berwarna bumi.

Tentu ada juga cewek peri yang menggunakan gaun peri. Ada juga perempuan yang pakai crop tee dan pusarnya kelihatan. Untuk cowok ada yang menggunakan celana kotak-kotak, kemeja flanel dan lainnya.

Citayam Fashion Week menjadi terkenal karean ada selebgram mewawancarainya dan kemudian viral. Selebgram melihat ada perhatian publik di Citayam Fashion Week sehingga dimanfaatkan momentnya.

Sebaliknya anak remaja di Citayam Fashion Week senang karena ada selebgram yang melihat dan berharap follower media sosial bisa bertambah atau diikuti followers selebgram tersebut.

"Jadi anak-anak jalanan ini dapat rumpangan dan harap dapat subscriber dari followers para selebragm. Sementara selebgram ini ingin mendapat mereka ini," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini