Share

Krisis Pangan Hantui 276 Juta Rakyat, Kerawanannya Lebih Ngeri Sebelum Pandemi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Jum'at 15 Juli 2022 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 320 2629927 krisis-pangan-hantui-276-juta-rakyat-kerawanannya-2-kali-lipat-sebelum-pandemi-9gE1eAcNm8.jfif Menteri Keuangan Sri Mulyani Soal Krisis Pangan. (Foto: Okezone.com/DJP)

BALI - Ancaman krisis pangan di dunia meningkat karena adanya pandemi dan perang Rusia-Ukraina. Meningkatnya harga pangan membuat jutaan rakyat di dunia rawan krisis pangan.

"Jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2019. Sebelum pandemi dari 135 juta menjadi 276 juta," kata Sri Mulyani di Nusa Dua, Jumat (15/7/2022).

Baca Juga: Harga Pangan Tinggi, Warga di Perbatasan RI Pilih Belanja dari Malaysia

Menurutnya, krisis pangan harus segera ditangani. Jika perlu, lanjutnya, kerahkan semua mekanisme pembiayaan yang tersedia untuk menyelamatkan nyawa dan memperkuat stabilitas keuangan dan sosial.

Selain itu, kebijakan ekonomi makro yang baik juga telah membantu banyak negara mengatasi krisis komoditas lain. Bahkan krisis pangan juga diperparah dengan adanya tantangan energi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Harap Negara G7 Bertindak Cepat Atasi Krisis Pangan

"Lanskap energi global telah diubah atau dibentuk kembali secara radikal, harga komoditas energi meroket, saya yakin Anda semua sebagai menteri keuangan sekaligus gubernur bank sentral melihat ini sebagai ancaman bagi stabilitas makro ekonomi kita serta lingkungan yang kondusif bagi kita untuk mempertahankan pemulihan," jelasnya.

Bendahara negara ini merinci, Bank Dunia memperkirakan harga minyak mentah naik 350% dari April 2020 hingga April 2022. Peningkatan 350% ini merupakan peningkatan terbesar untuk periode dua tahun.

"Kita menyaksikan kita menyaksikan harga gas alam di Eropa naik 60% hanya dalam dua minggu, kelangkaan bahan bakar sedang berlangsung di seluruh dunia dan kami melihat ini memiliki implikasi politik dan sosial yang besar di Sri Lanka, Ghana, Peru, Ekuador, dan di tempat lain," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini