Share

Terobosan Baru Mendag Dongkrak Harga Tandan Buah Segar, Apa Itu?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 21 Juli 2022 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 320 2633472 mendag-sebut-punya-terobosan-baru-tangani-masalah-tbs-sawit-petani-Mk1brObK3l.JPG Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membuat terobosan untuk persoalan tandan buah segar (TBS) sawit yang meluap.

Dia mengatakan, Pemerintah akan mengembangkan teknologi sederhana pengolahan minyak goreng curah.

Hal ini diungkapnya saat berdiskusi dengan perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Timur, di pabrik PT Kutai Refienery Nusantara di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (20/7/2022).

 BACA JUGA:Mendag Pastikan RI-Bangladesh Kebut Penyelesaian Perjanjian Dagang

"Kita sedang membuat proyek percontohan pemurnian sederhana dengan hasil minyak goreng curah merah yang dijalankan koperasi. Kalau berhasil, ini akan menyerap hasil petani sawit," ujar Mendag.

Sementara itu, dia menilai untuk mengurai permasalahan harga TBS adalah dengan meningkatkan ekspor CPO.

Kuncinya perusahaan eksportir harus dapat menyerap hasil petani sawit.

"Kalau tangki kosong, perusahan akan kembali membeli TBS. Namun perlu waktu untuk harga TBS dapat stabil kembali," ucapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ketum PAN itu menegaskan, pemerintah akan melindungi para petani kelapa sawit agar lebih sejahtera.

Salah satunya dengan memastikan keadilan harga TBS sawit.

"Saya ingin persoalan ini cepat diselesaikan sehingga harga TBS segara naik. Kemendag akan melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar petani sawit dapat menikmati harga yang bagus," tandasnya.

Sebagai informasi, persoalan petani sawit dalam negeri tak kunjung selesai.

Mulai dari masalah harga TBS kini muncul pengusaha kelapa sawit yang mogok terima TBS lantaran tangki timbun CPO yang penuh.

Menurut pengakuan Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) kepada MNC Portal Indonesia, para petani sudah menunda panen sejak akhir Juni lalu.

Hal itu karena jika dipaksa panen dengan harga yang sekarang ini, maka para petani akan jatuh rugi di tambah pabrik yang tidak mau menerima sawit mereka.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini