Share

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Waskita Beton, Begini Reaksi Erick Thohir

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 27 Juli 2022 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 320 2636998 kejagung-tetapkan-4-tersangka-korupsi-waskita-beton-begini-reaksi-erick-thohir-M6yWVnNFER.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana PT Waskita Beton Precast 2016-2020. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun menyambut positif langkah tegas yang dilakukan Kejagung dalam mengusut kasus di perusahaan-perusahaan pelat merah.

Dalam kasus tersebut diduga korupsi dan penyelewengan dana pembangunan oleh PT Waskita Beton Precast terkait pengadaan tower transmisi Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2016 senilai Rp2,25 triliun.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp2,5 Triliun, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Waskita Beton

"Tentu sejak awal, kami di Kementerian BUMN terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Kejagung. Saya dan Pak Jaksa Agung punya visi yang sama dalam program bersih-bersih BUMN," ujar Erick, Rabu (27/7/2022).

Erick menyampaikan program bersih-bersih BUMN tak sekadar dalam membenahi BUMN dari segi bisnis, melainkan juga aspek hukum yang banyak dibantu para penegak hukum, termasuk Kejagung. Dia mengatakan Kementerian BUMN dan Kejagung telah beberapa kali menyampaikan progres dari sejumlah kasus yang terjadi di BUMN, seperti kasus di PT Garuda Indonesia (Persero).

Baca Juga: Diduga Rugikan Negara Rp2,5 Triliun, 4 Tersangka Korupsi PT Waskita Beton Langsung Ditahan

Erick menilai sejumlah pengungkapan kasus di BUMN dapat menjadi bukti konkret keseriusan pemerintah dalam membenahi BUMN. Erick mengaku tidak akan mentolerir setiap tindakan yang merugikan negara dan masyarakat.

"BUMN sebagai penggerak sepertiga ekonomi kita itu punya peranan vital, kalau tata kelolanya enggak benar, dikorupsi lah, itu yang rugi bukan perusahaan BUMN-nya saja, tapi juga masyarakat dan negara," ucapnya.

Erick berharap kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kejagung dapat terus meningkat. Kementerian BUMN, lanjut Erick, juga selalu membuka diri untuk bekerja sama dengan banyak pihak dalam memperbaiki BUMN.

Kementerian BUMN, lanjut dia, tidak bisa berdiri sendiri, melainkan juga memerlukan dukungan dari banyak pihak, termasuk aparat penegak hukum hingga kementerian teknis lain.

"Kita tidak mau lagi BUMN jadi menara gading, ini eranya kolaborasi, itu alasannya sejak awal kami dan Kejagung terus berkolaborasi dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada di BUMN," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini