Pada Juni lalu, perseroan mulai mengekspor produk atap Alderon ke Thailand, setelah sebelumnya Alderon juga telah diekspor ke Malaysia dan Vietnam. Oleh sebab itu, perseroan meyakini ekspor secara keseluruhan serta volume penjualan produk atap uPVC dapat membaik di semester II.
Dia menjelaskan jika melihat potensi pada pasar di negara-negara tersebut, maka tidak menutup kemungkinan perseroan bisa membuka pabrik di sana. Dari dalam negeri, selain membuka pabrik di Rungkut, Surabaya, perseroan juga memperluas wilayah operasi manufaktur Alderon ke area Jawa Tengah.
Lalu, perseroan melalui entitas anaknya, PT Unipack Plasindo, telah menandatangani Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah dengan luas sekitar 2,9 hektare.
Rencananya, penetapan pabrik baru di KITB itu akan berfungsi sebagai pabrik produk atap, pipa, serta plafon semuanya di bawah merek Alderon.
Pada 7 Juli 2022 lalu, perseroan juga telah membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya, yakni sejumlah Rp106,3 miliar atau setara 50,6% dari laba bersih perseroan tahun 2021. Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp260 miliar naik dari proyeksi 2021 sebesar Rp 00 miliar.
Sementara pendapatan dipatok sebesar Rp2,6 triliun atau bertambah dari proyeksi 2021 sebesar Rp2,2 triliun.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.