JAKARTA - Produsen pesawat asal Eropa, Airbus memutuskan untuk kurangi target pembuatan pesawat dalam proyeksi tahunannya.
Mereka juga memperlambat produksi di pabriknya.
Dikutip dari VOA, tapi hal ini tidak mengubah target finansial mereka pada tahun ini.
BACA JUGA:Datangkan Airbus 320, Pelita Air Service Siap Masuki Bisnis Penerbangan Regular
Hal ini dilakukan karena gangguan pada mata rantai pasokan global berpengaruh pada pendapatan perusahaan di kuartal kedua tahun ini.
Diketahui, pesawat itu mengurangi target penyerahan pesawat terbang baru untuk 2022 menjadi 700 pesawat dari target semula yang mencapai 720.
Di mana langkah ini datang setelah produsen pesawat terbesar di dunia ini dihadapkan pada tantangan dalam penyerahan pesawat baru akibat kesulitan menyelesaikan mesin pesawat ditambah dengan kurangnya jumlah suku cadang yang tersedia.
Kemudian, masalah lain juga melanda perusahaan tersebut seperti kesulitan dalam merekrut kembali staf untuk sektor manufaktur pesawat menyusul PHK yang terjadi selama pandemi Covid-19.
Sebagai informasi, Airbus tetap mencatat keuntungan pada 2022 sebesar 1,382 miliar Euro, yang merupakan penurunan sebesar 31% akibat menurunnya penjualan sebesar 10%.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.