Share

Utang BUMN Rp1.537 Triliun, Erick Thohir Pastikan Itu Produktif Bukan Koruptif

Suparjo Ramalan, iNews · Sabtu 30 Juli 2022 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 320 2639186 utang-bumn-rp1-537-triliun-erick-thohir-pastikan-itu-produktif-bukan-koruptif-1BhueOwsjp.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir geram karena BUMN disebut banyak utang. Padahal pinjaman perseroan merupakan utang produktif.

Pada 2021, utang BUMN mencapai Rp1.537 triliun. Lalu, modalnya tercatat di angka Rp4.400 triliun.

Baca Juga: Erick Thohir Beberkan 3 Kriteria BUMN yang Layak Dibubarkan

Presentase ini dinilai Erick masuk kategori perusahaan yang sehat. Sementara, rasio utang BUMN dibandingkan modal menurun signifikan saat ini. Penurunannya dari 39 persen menjadi 35%.

Menurutnya, utang seyogyanya tidak dipersepsikan sebagai pinjaman yang buruk, karena utang digunakan sebagai modal bisnis dan operasional perusahaan.

Baca Juga: Krakatau Steel-Posco Tambah Investasi Rp52 Triliun, Erick Thohir: Penguasan Ekositem Baja

Dia mencontohkan, pendanaan yang diberikan bank BUMN untuk UMKM dan Ultra Mikro. Pinjaman tersebut masuk kategori utang produktif, bila dialokasikan untuk usaha. Karena itu, Erick menilai utang tidak selamanya buruk.

"Persepsikan utang itu selalu dibilang jelek. Tapi lihat ke hidup sehari-hari, saya rasa UMKM kita, Ultra Mikro kita, justru mereka kan perlu pendanaan, tetapi yang didampingi, artinya apa? Ada utang, tapi kita harus pastikan utang ini utang produktif, bukan utang yang dipakai untuk keperluan lainnya," ungkap Erick, Sabtu (30/7/2022).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Dia pun memastikan pinjaman BUMN merupakan utang produktif dan bukan utang koruptif. Bahkan, utang tersebut justru digunakan bukan untuk kepentingan perusahaan, maka dia akan mengambil tindakan tegas.

"Di BUMN saya pastikan utang yang ada di BUMN itu produktif bukan utang koruptif. Nah, kalau yang koruptif itu kita pastikan melakukan yang namanya bersih-bersih BUMN. Karena ini tanggung jawab karena Badan usaha milik negara inikan harus memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi negara dan dipakai buat program rakyat," ungkap Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini