“Saat ini ekosistem riset dan inovasi di Indonesia sudah menemukan platform yang tepat dengan terbentuknya BRIN di mana periset dari berbagai disiplin ilmu berkumpul dan sangat memungkinkan menghasilkan invensi maupun inovasi berbasis pendekatan multidisiplin. Tentu saja, kita semua berharap bahwa platform ini bisa seperti mata air yang terus mengalirkan kebaikan, kecerdasan dan ketepatan yang terus bermanfaat hingga hilir,” jelasnya.
Sebagai informasi, BRIN telah memfasilitasi Pra-FKRI yang dihadiri perwakilan K/L, perguruan tinggi, dan industri untuk turut serta membantu menghasilkan top list maupun short list untuk dikerjakan oleh BRIN untuk Tahun Anggaran 2023.
Melalui proses yang telah dilakukan tersebut, hasil kajian kebijakan maupun survey/indikator juga menjadi lebih jelas penggunaannya (off taker).
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan, Mego Pinandito mengatakan, FKRI menyediakan layanan Survei data dasar pembangunan, iptek, riset, dan inovasi. “Pengguna layanan tersebut antara lain sivitas kelompok pelaksana fungsi kedeputian, sivitas periset OR-PR, dan kebutuhan data dasar K/L,” sebutnya.
Mego menjelaskan, ada beberapa ketentuan untuk mengajukan penggunaan layanan ini, yaitu kegiatan survey untuk data dasar pembangunan, iptek, riset, dan Inovasi (tidak termasuk survey data untuk indikator internal K/L, dan survei kajian untuk menghasilkan konsep indikator-indeks).
“Lingkup survey data dasar berskala nasional, untuk mendukung pengukuran indeks pembangunan, Iptek, Riset dan Inovasi,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)