Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah, Ini Pemicunya

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Selasa, 02 Agustus 2022 |16:55 WIB
Rupiah Ditutup Melemah, Ini Pemicunya
Kurs Rupiah melemah. Foto: Ilustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah sore ini melemah 16 poin di level Rp14.889 atas dolar Amerika Serikat (USD).

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu faktor pemicu mata uang garuda ini melemah karena bergejolaknya ekonomi luar negeri termasuk kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

"Kebijakan suku bunga didasarkan pada proyeksi inflasi inti dan pertumbuhan ekonomi, karena inflasi inti mencerminkan permintaan dan penawaran. Dengan demikian, tidak secara otomatis jika suku bunga negara lain naik, maka suku bunga Indonesia juga ikut naik. Semuanya tergantung pada kondisi ekonomi di dalam negeri," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Selasa (2/8/2022).

Dia mengatakan, jika dilihat dari inflasi Indonesia yang ada saat ini, inflasi IHK adalah 4,94%, ini hampir sama dengan perkiraan Bank Indonesia untuk bulan Juli 4,89%. Sedangkan, inflasi harga pangan pada bulan Juli adalah 11,47% (yoy).

"Hal ini dikarenakan adanya gangguan pasokan dari global, yang berdampak terhadap harga pangan serta faktor cuaca dan musiman di dalam negeri," kata Ibrahim.

Dia menambahkan, inflasi inti yang mencerminkan kekuatan dari permintaan dan penawaran masih sangat rendah. Pada bulan Juli, inflasi inti berada di angka 2,86%, lebih rendah dari yang diperkirakan Bank Indonesia yaitu 2,99%.

Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (3/8) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.870-Rp15.000.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement