10. Kementerian Kesehatan Rp2,2 triliun yang melonjak hingga 518,7% (yoy) dari Rp0,4 triliun dan merupakan 360,9% dari target Rp0,6 triliun. Lonjakan PNBP Kemenkes tersebut karena adanya pendapatan non layanan Rp1,85 triliun yang meningkat 3,08% (yoy) dari Rp0,06 triliun atau mencapai lebih dari 80% dari total realisasi PNBP semester I.
Sementara PNBP pada K/L lainnya dan BUN sepanjang semester I jika dijumlahkan terealisasi Rp28,2 triliun yang turun 18,4% (yoy) dari Rp37,8 triliun karena pendapatan premium obligasi yang hanya Rp0,88 triliun anjlok 90,8% pada 2021 Rp9,66 triliun.
Secara total PNBP K/L semester I-2022 mencapai Rp53,7 triliun dan masuk ke dalam pos PNBP Lainnya yang tercatat mencapai Rp85,1 triliun atau 75,8% dari target dan meningkat 19,9% (yoy) dari Rp71 triliun.
Selain PNBP K/L, dalam PNBP Lainnya juga terdapat pendapatan penjualan hasil tambang Rp28,7 triliun dan pendapatan minyak mentah (DMO) Rp2,7 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)