Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar 10 Kementerian Lembaga Hasilkan PNBP Terbanyak

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Kamis, 04 Agustus 2022 |14:24 WIB
Daftar 10 Kementerian Lembaga Hasilkan PNBP Terbanyak
Daftar Kementerian Lembaga yang menghasilkan PNBP terbanyak (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Daftar 10 Kementerian/Lembaga yang menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbanyak. Direktur PNBP Kementerian/Lembaga Kementerian Keuangan Wawan Sunarjo menyebutkan terdapat 10 K/L yang menghasilkan PNBP terbanyak selama semester I-2022.

“Ini 10 kementerian/lembaga terbesar dengan PNBP terbanyak. Beberapa mengalami peningkatan dan beberapa ada yang turun,” katanya dilansir dari Antara, Kamis (4/8/2022).

Wawan merinci, 10 K/L yang menghasilkan PNBP terbanyak, berikut daftarnya:

1. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Rp7 triliun yang naik 15% (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu Rp6 triliun dan merupakan 33,1% dari target Rp21 triliun. PNBP Kemkominfo tersebut meningkat utamanya dari kenaikan pendapatan hak penyelenggaraan telekomunikasi, pendapatan denda dan pendapatan kontribusi penyelenggaraan Pos untuk layanan Pos.

2. Polri sebesar Rp4,2 triliun yang naik 1% (yoy) dibanding Rp4,1 triliun dan merupakan 45,8% dari target Rp9,1 triliun karena peningkatan pendapatan pelayanan kepolisian seperti STNK, BPKB dan SIM.

3. Kementerian Perhubungan sebesar Rp3,6 triliun yang tumbuh 8,5% (yoy) dari Rp4,1 triliun dan merupakan 51,6% dari target Rp6,9 triliun. Kemenhub meningkat karena pendapatan konsesi bidang transportasi seiring pembayaran piutang konsesi kebandarudaraan sebesar Rp170 miliar serta peningkatan pendapatan kasa navigasi penerbangan dan kepelabuhanan.

4. Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebesar Rp2,2 triliun yang melonjak 44,5% (yoy) dari Rp1,6 triliun dan merupakan 59,1% dari target Rp3,8 triliun karena pendapatan pelayanan dan administrasi hukum seperti paspor, visa dan re-entry permit.

5. Kementerian ATR/BPN Rp1 triliun yang naik 4,3% (yoy) dari Rp1 triliun dan merupakan 45,3% dari target Rp2,2 triliun karena ada pendapatan pelayanan pertanahan berbasis elektronik Rp1,05 triliun yang meningkat 10,75% (yoy) dari Rp0,95 triliun.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement