Share

Ramai Tudingan Beras Bansos Ditimbun, JNE Minta Maaf Telah Buat Kegaduhan

Heri Purnomo, iNews · Kamis 04 Agustus 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642168 ramai-tudingan-beras-bansos-ditimbun-jne-minta-maaf-telah-buat-kegaduhan-SNb9QWOJC0.JPG Beras bansos ditimbun. (Foto: Instagram)

JAKARTA - PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) meminta maaf atas kegaduhan selama satu minggu belakangan terkait adanya tudingan penguburan beras yang dilakukan pihaknya.

"Saya meminta maaf kepada seluruh stakeholder karena kegaduhan selama satu minggu belakangan ini terkait adanya temuan penguburan beras di Depok," kata VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi di Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).

Eri menjelaskan bahwa JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan.

Sebagai perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa kurir ekspres dan logistik, JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, masyarakat serta pemerintah.

 BACA JUGA:Kubur Beras Bansos di Depok, JNE Ungkap Alasannya

"Oleh karena itu, JNE mendukung program Pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerjasama dengan pihak terkait," katanya.

Di tempat yang sama, Kuasa Hukum JNE, Hotman Paris Hutapea menyatakan beras bansos yang

dibuang tersebut merupakan sudah hak milik JNE.

Menurutnya, beras yang sudah rusak tersebut sudah diganti oleh pihak JNE dengan meminta beras pengganti kepada pihak PT Storesend Elogiatic Indonesia (SSI) dengan memotong honor yang didapatkan dari distribusi tersebut.

"Jadi ketika beras itu rusak, kita langsung minta pengganti ke SSI, dan dari JNE langsung mengirim lagi ke penerima manfaat bantuan," katanya

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Artinya dari aspek hukum, karena beras pengganti sudah dikirim pakai uangnya JNE, maka beras yang rusak adalah milik dari JNE, jadi mau dikemanain, mau diapakan itu sudah hak JNE dan tidak melanggar hukum," tambahnya.

Hotman mengatakan penguburan tersebut dikarenakan beras yang rusak sudah mengendap di gudang JNE selama satu setengah tahun dan mengalami pembusukan.

Dia menambahkan bahwa penguburan tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pihak JNE dituduh menjual belikan beras bantuan Presiden.

"Beras rusak sebanyak 3,4 ton itu kejadianya bulan Mei 2022 dan disimpan selama satu setengah tahun di Gudang JNE, dan itu makin lama makin rusak dan busuk, dan kemudian ada inisiatif untuk dibuang, dan kalo diedarkan di masyarakat malah disalah gunakan," pungkasnya.

Sebelumnya, Warga Sukmajaya, Depok digemparkan dengan temuan sembako yang terkubur di sebuah lahan kosong dekat gudang JNE di Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini