Share

Pemerintah Pastikan APBN Lindungi Daya Beli Masyarakat

Arif Budianto, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642238 pemerintah-pastikan-apbn-lindungi-daya-beli-masyarakat-GaNYg4JCnL.JPG Ilustrasi APBN. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pemerintah memastikan akan tetap menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga daya beli masyarakat.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan resesi dunia.

"APBN akan terus (digunakan) melindungi daya beli masyarakat. Kenaikan harga BBM, listrik, dan gas, kalau perlu kita tahan, kita tahan dulu. Juga tarif ekspor CPO juga akan kita turunkan, sehingga harga tandan buah segar kelapa sawit bisa naik. Sehingga bisa jadi income bagi petani," jelas Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada acara MNC Forum yang digelar secara daring, Kamis (4/8/2022).

Diakuinya, subsidi BBM yang dialokasikan pemerintah diperkirakan akan mencapai Rp502 triliun.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan subsidi tahun 2021 sebesar Rp152 triliun. Subsidi itu diambil dari pajak dan pendapatan lainnya yang didapat negera.

"Ini strategi jangka pendek yang kami lakukan untuk menjaga ekonomi kita, " tegasnya.

Menurutnya, program pemulihan ekonomi harus terus dijalankan.

Namun APBN harus lebih sehat dengan menurunkan defisit. Belanja kementerian juga akan dilakukan efisiensi dengan serius. Tahun ini, pemerintah menargetkan defisit APBN tak lebih dari 4% dari PDB. Dengan begitu, keuangan negara akan lebih terjaga.

Disisi lain, pihaknya juga saat ini sedang memikirkan bagaimana mencari sumber ekonomi baru. Salah satu potensi yang bisa digarap adalah pola emerging trend dengan memaksimalkan digitalisasi. Misalnya memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi perjalanan atau kantor.

"Ini harus direspon oleh dunia usaha dan dimaksimalkan untuk peningkatan ekonomi ke depan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini