Share

Proyek Kereta Cepat Indonesia vs Malaysia-Singapura, Simak 4 Faktanya

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 07 Agustus 2022 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 320 2643274 proyek-kereta-cepat-indonesia-vs-malaysia-singapura-simak-4-faktanya-pDig2t2I6Y.jpg Kereta Cepat Jakarta Bandung (Foto: Okezone)

JAKARTA – Indonesia tetap melanjutkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini.

Keputusan ini berbeda dengan yang diambil Malaysia, saat memutuskan menghentikan proyek kereta cepatnya bersama Singapura.

Berikut fakta proyek kereta cepat Indonesia vs Malaysia-Singapura yang dirangkum di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

1. Malaysia Bayar hingga USD102,8 juta ke Singapura

Malaysia tentu rugi karena telah mengeluarkan biaya hingga USD102,8 juta ke Singapura sebagai penyelesaian atas pembatalan High Speed Rail (HSR) Kuala Lumpur-Singapura.

2. Telah Dibatalkan

Namun pada 31 Desember 2021, kedua negara sepakat membatalkan proyek HSR. Di mana proyek tersebut diperkirakan menelan biaya USD17 miliar. Kedua negara, Malaysia dan Singapura secara aklamsi menyepakati besaran ganti rugi setelah Pemerintah Malaysia menyelesaikan proses verifikasi,

Adapun jallur kereta api yang akan dibangun sepanjang 350 km dan akan mempersingkat waktu perjalanan antara Singapura dan Kuala Lumpur menjadi 90 menit. Demikian dilansir dari Railway Technology, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

3. Keputusan Malaysia berbeda dengan Indonesia

Keputusan Malaysia berbeda dengan Indonesia. Bahkan yang paling jadi sorotan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah, China meminta Indonesia menanggung pembengkakan biaya konstruksi atau cost over run untuk pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung masih menjadi pembahasan berlanjut oleh pemerintah.

Hal ini karena mitra pembangunan kereta cepat yaitu China Development Bank (CDB) meminta agar pembengkakan biaya ditanggung oleh pemerintah.

"Terkait hal ini, teman-teman dari Kemenkeu baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kita untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost of run," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo.

4. Optimis Dapat Beroperasi di 2023

Namun, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo optimis bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat dioperasikan di 2023, meskipun sempat dikabarkan proyek ini molor karena menipisnya dana akibat pembengkakan biaya konstruksi.

"Pihak kami bersama Kemenkomarves terus melakukan monitoring secara ketat untuk pengerjaan proyek kereta cepat. Sebagian besar konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah selesai dikerjakan," ujar Wahyu.

Saat ini, yang tersisa adalah mengerjakan depo atau tempat untuk menyimpan dan tempat untuk melakukan perawatan rutin kereta api serta merupakan tempat untuk melakukan perbaikan ringan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini