Share

Kembangkan UMKM Wirausaha Muda, Ini Cara Wamendag

Viola Triamanda, Okezone · Minggu 07 Agustus 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 455 2643405 kembangkan-umkm-wirausaha-muda-ini-cara-wamendag-JMIHmCamLc.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menekankan bahwa pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus berupaya memberikan ruang dan mendorong pelaku UMKM, khususnya wirausaha muda untuk mengembangkan usahanya.

Tentu upaya ini tidak terlepas dari kontribusi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fondasi bagi perekonomian nasional.

“Kami berharap generasi muda terus maju. Pemerintah terus mengusung keberpihakan dalam mengembangkan ekosistem yang kondusif untuk UMKM, khususnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Melalui kebijakan dan/atau peraturan, pemerintah memberikan ruang serta mendorong pengembangan UMKM dan pelaku usaha muda,” jelasnya saat wicara Ngobrol Bareng Pengusaha Muda Jambi yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi di Café Rumah Kito, Jambi yang dikutip oleh MPI berdasarkan keterangan resmi, Sabtu (7/8/22).

Wamendag menambahkan, Undang-Undang Cipta Kerja dan produk turunannya merupakan bentuk keberpihakan kepada UMKM. Salah satu manfaatnya adalah memberikan kemudahan perizinan bagi UMKM. Dari sisi permodalan, berbagai stimulus diberikan agar UMKM mampu bertahan dan kembali bangkit.

Menurut Wamendag, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia yang terus meningkat. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, jumlah UMKM saat ini mencapai 65 juta unit dan memberikan kontribusi 97 persen terhadap penyerapan tenaga kerja dan 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dia merinci berbagai peluang dan tantangan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun bisnis. Pertama, penduduk dunia pada 2045 akan didominasi kelas pendapatan menengah (middle income class) yang diproyeksi sebanyak 8,1 miliar jiwa. Kelompok inilah yang berdaya beli cukup kuat sehingga menjadi segmen pasar yang potensial.

Kedua, kecerdasan artifisial (artificial intelligent/AI) dan biotech akan menjadi faktor kunci masa depan. Penguasa teknologi akan menjadi terdepan karena penggunaan AI dan biotech terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Ketiga, perdagangan internasional diperkirakan akan meningkat 3,4 persen. Hal itu berarti peluang perdagangan antarnegara tetap tumbuh. Dan keempat, 66 persen warga dunia diperkirakan melakukan mobilisasi atau perpindahan dari satu kota atau negara ke kota atau negara lainnya sehingga potensi bisnis perjalanan akan sangat besar.

“Isu perubahan iklim juga dapat dieksplorasi. Dunia sedang mencari produk yang ramah lingkungan dan aman untuk konsumen. Sebagai contoh, selain permintaan akan produk-produk organik maupun produk ramah lingkungan. Saat ini, juga tengah berkembang isu perdagangan karbon yang dapat menjadi tantangan sekaligus peluang,” ucapnya.

Wamendag juga memaparkan berbagai dukungan Kementerian Perdagangan bagi UMKM. Pertama, Kemendag berkomitmen meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dengan menggelar bimbingan teknis pengembangan produk dan bimbingan teknis kewirausahaan.

Kedua, menyediakan sarana dan iklim berusaha dengan perbaikan dan digitalisasi warung. Ketiga, memperluas akses pemasaran, seperti menjalin kemitraan dengan lokapasar daring (online marketplace), ritel modern, dan perhotelan; menggelar pameran produk UMKM dan menghelat UKM Pangan Award.

“Pemerintah berupaya menjaring produk pangan terbaik sebagai penghargaan pemerintah kepada UKM yang bergerak di bidang pangan yang telah menciptakan inovasi produk dan memperkenalkan potensi produk unggulan daerah yang berkualitas dan berdaya saing. Tahun ini, UKM Pangan Award telah diselenggarakan dan telah mencapai penjurian tahap kedua sebagai penilaian tahap akhir produk UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wamendag menambahkan Kementerian Perdagangan juga mengkampanyekan secara masif Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Puncak Gernas BBI telah diselenggarakan pada 20--22 Mei 2022 lalu di Kepulauan Bangka Belitung.

“Gernas BBI diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM, termasuk pelaku usaha ekonomi kreatif, yang masuk dalam ekosistem ekonomi digital dan meningkatkan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal,” tutur Wamendag.

Menurutnya BBI juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas akses pasar, akses permodalan, pelatihan, dan pendataan, serta mempercepat siklus ekonomi lokal. Pada 2023 mendatang, Gernas BBI menargetkan mendigitalisasi 30 juta pelaku UKM yang telah bergabung atau melakukan pendaftaran dan melakukan transaksi penjualan melalui lokapasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini