Share

Perubahan Iklim Bakal Rugikan Ekonomi Indonesia Rp544 Triliun

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Selasa 09 Agustus 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644717 perubahan-iklim-bakal-rugikan-ekonomi-indonesia-rp544-triliun-KTnIVSjx4T.jpeg Perubahan iklim rugikan ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA โ€“ Perubahan iklim berpotensi rugikan ekonomi Indonesia Rp544 triliun sepanjang 2020 sampai 2024. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam menyebutkan kerugian ini bisa terjadi jika tidak ada intervensi kebijakan.

โ€œKita lihat potensi hazard yang ada dan setelah dihitung dan dievaluasi potensi kerugian ekonominya mencapai Rp544 triliun,โ€ katanya dilansir dari Antara, Selasa (9/8/2022).

Medril menuturkan potensi kerugian ekonomi Indonesia sebesar Rp544 triliun tersebut meliputi empat sektor yaitu pesisir dan laut Rp408 triliun, air Rp26 triliun, pertanian Rp78 triliun dan kesehatan Rp31 triliun.

Di Indonesia sendiri sudah terjadi peningkatan intensitas kejadian bencana hidrometeorologi dengan mencapai 5.402 kejadian hanya sepanjang 2021.

Dari 5.402 kejadian bencana alam sepanjang tahun lalu tersebut sebanyak 98 persen sampai 99 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi.

Menurut Medril, perubahan iklim ini harus segera diatasi melalui berbagai kebijakan ketahanan iklim yang dinilai akan mampu menghindari potensi ekonomi sebesar Rp281,9 triliun hingga 2024.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Terlebih lagi, baik Indonesia maupun global saat ini memiliki triple planetary crisis yaitu perubahan iklim, polusi dan hilangnya keanekaragaman hayati yang akan mengancam masa depan bumi dan manusia.

Berdasarkan data Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada 2022, krisis perubahan iklim mengancam sekitar 50 persen sampai 75 persen dari populasi global pada tahun 2.100.

Kemudian berdasarkan Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada 2022, polusi udara dinobatkan sebagai penyebab penyakit dan kematian dini terbesar di dunia hingga terdapat 4,2 juta kematian setiap tahun.

Sementara berdasarkan Platform Kebijakan-Sains Antarpemerintah tentang Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem (IPBES) 2019, hilangnya keanekaragaman hayati dapat mengancam kesehatan manusia dan jasa ekosistem.

Saat ini terdapat sekitar 1 juta spesies tumbuhan dan hewan yang menghadapi ancaman kepunahan.

โ€œSambil kita mengalami tiga ancaman besar dan ada COVID-19 pula maka ini membuat setback pembangunan kita padahal kita sudah punya Visi 2045. Kita ingin menjadi sejajar dengan negara maju lainnya,โ€ tegas Medril.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini